Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2016

Kita Jatuh Cinta Karena “Kesempatan” Dan Kita Mempertahankannya Karena “Pilihan”

Tidak ada yang tahu kenapa harus denganmu aku bertemu, seperti tidak ada apa-apa karena kita adalah teman biasa. Teman yang hanya mengerti bahagia jika bersama tanpa ada embel-embel yang dinamakan cinta. teman yang selalu ada di saat butuh apa-apa tanpa sepeserpun meminta balas. Inilah kita, teman yang terlihat seperti saudara jika hanya mengenal sekilas.

Kita Jatuh Cinta Karena “Kesempatan” Dan Kita Mempertahankannya Karena “Pilihan”
Entah bagaimana awalnya, kenapa mulai terasa nyamanan saat kita bersama. Seperti ada sesuatu yang mengikat, walau pun tidak pernah terlihat. Ada hati yang selalu meminta dan berharap, kebersamaan ini jangan sampai ada akhir. Ada rasa cemburu saat kau mulai dekat dengan seseorang seperti dekatnya kita waktu dulu. Apakah kau tau yang sedang terjadi padaku, apakah ini cinta yang perlahan mulai tumbuh untukmu. Semoga itu benar adanya, dan kaupun merasakan hal yang sama .

Kita jatuh cinta karena kesempatan, karena waktu memberikan ruang untuk bertemu. Biarkan rasa itu tumbuh dengan sendirinya, tanpa apa paksaan dan tekanan dari mereka yang melihat sedikit kemesraan. Karena cinta ini kita yang rasa, jangan pernah pedulikan apa-apa yang mereka kata. Karena aku ingin cinta yang murni, bukan yang tumbuh tergesa-gesa.
Jangan sampai pertemanan ini menjadi penghalang, rasa yang kau simpan tidak pernah timbul kepermukaan. Dengan alasan persahabatan, kau mengorbankan cinta yang seharusnya tumbuh dan berkembang pada yang seharusnya. Biarkan pertemana ini sebagai jalan kita dipertemukan, dan alasan kita untuk dipersatukan menjadi teman hidup. Mudah bagiku, semoga tidak menjadi sulit untukmu. Karena aku hanya bisa menunggu


Sekarang kau bisa memilih, apakah aku pantas menjadi seseorang yang khusus berada di hatimu. Atau hanya seseorang yang bisa saling mengenal dan bertemu tanpa ada kesempatan untuk bersatu. Tidak masalah bagiku, apa pun keputusanmu adalah jalan terbaik untuk ku. Tapi ingat satu hal, aku adalah salah satu orang yang selalu menyabut namamu dalam doa dan berharap kebagaiaan selalu bersamamu dimanapun kau berada. Terimakasih atas segala rasa, dari aku yang berharap menjadi teman hidupmu. Sahabat
Read more

Selasa, 08 November 2016

Jika Kamu Sibuk Mencari Yang Mulus, Kamu Akan Kehilangan Yang Tulus...Share Jika Setuju Ya...!!!


Pria memang memberikan tempat teristimewa di hatinya untuk mereka. sehingga rasa-rasanya yang mulus itu jalannya akan selalu mulus kalau sudah berurusan dengan pria.
Cantik dan mulus itu seolah seperti bius dan hipnotis yang akan mampu membuat pria lupa akan segala hal yang dibutuhkannya, termasuk seseorang yang tulus mencintai. Yang mulus-mulus memang selalu bikit semangat dan hangat tapi jangan sampai kamu sibuk mencari yang mulus samapi lupa dengan seseorang yang akan dengan tulus menemani kamu dalam keadaan apapun.

Tulus Itu Datangnya Dari Hati, Kalo Mulus Bisa Dibikin Asalkan Ada Duit


Ketulusan itu datangnya dari hati, ketika mencintai pasti tidak akan pernah memandang apapun yang ada pada diri kamu. Ketulusan itu tidak bisa dibuat-buat atau dibeli. Sementara mulus itu bisa dibuat, bisa didatangkan dari duit. Yang penting kamu punya banyak duit maka mulus seperti apapun yang kamu inginkan bisa didapatkan. Sedangkan ketulusan yang seperti kamu inginkan tidak bisa didatangkan hanya karena kamu banyak memiliki duit.

Karena yang Mulus Kadang Mendekati Kamu Karena Modus 


Terkadang mereka yang mulus sengaja mendekati kamu karena ada maunya, alias karena kamu memiliki sesuatu yang akan membuat mereka semakin mulus (baca; duit). Mereka yang medekati kamu karena modus biasanya hanya memikirkan bagaimana caranya agar mereka tetap mulus. Sementara yang tulus akan memikirkan bagaimana caranya kamu bisa mulus (dilancarkan) dalam mencari uang.

Yang Mulus Itu Memang Menggoda Sampai-sampai Bisa Menutupi yang Tulus

Namanya laki-laki memang wajar bila tergoda sama yang mulus-mulu, karena kadang yang mulus itu sengaja menggoda. Tapi jangan sampai kamu kalah pada godaan yang mulus, bisa-bisa kamu kehilangan yang tulus hanya gara-gara terpesona pada yang mulus. Kalau kamu lebih mengedepankan nafsu maka yang tulus tidak akan terlihat menarik untuk diperjuangkan.

Yang Mulus Itu Gampang Dicari Tapi Nyari Yang Tulus Itu Sulit


Biaya perawatan jaman sekarang sudah murah, semua orang bisa kesalon untuk mempercantik diri, jadinya yang mulus-mulus itu sudah bukan barang langka, mudah dicari dan ditemukan, ada yang mulus ada lagi yang lebih mulus lagi. Sementara yang tulus itu sulit untuk dicari karena orang yang benar-benar tulus itu tidak akan pernah memamerkan atau memberi tahukan kamu kalau mereka tulus mencintai kamu. Yang tulus itu hanya bisa dirasakan maka bukalah mata hatimu agar bisa melihat mana yang benar-benar tulus atau tidak. 

Kamu Akan Banyak Diberi Kesempatan Untuk Didekati Sama Yang Mulus, Tapi Tidak Banyak Diberi Kesempatan Untuk Didekati Sama Yang Tulus


Semakin kamu banyak memiliki kelebihan fisik dan materi maka kamu akan semakin banyak diberi kesempatan untuk didekati sama yang mulus-mulus. Sebaliknya kamu hanya diberi sedikit kesempatan untuk didekati sama seseorang yang akan menerima kamu dengan tulus. Yang akan selalu tulus menemani kamu saat apa yang kamu punya saat ini sudah tidak lagi menjadi milikmu kelak. Jangan sibukkan dirimu untuk mencari yang mulus dan memfokuskan mulus sebagai tujuanmu. Nanti kamu bisa kehilangan yang tulus dan malah dapat yang mudus.

Kalau Kamu Dapat Yang Tulus Dan Mulus, Itu Berarti Kamu Termasuk Orang Yang Beruntung


Karena yang mulus itu juga bisa memiliki ketulusan dan karena ketulusan itu bukan milik mereka yang tidak mulus saja, maka mungkin saja kamu bisa mendapatkan hati seseorang yang mulus lagi tulus.
Read more

Kamis, 15 September 2016

Jangan Tanya Kenapa, Aku Cuma Punya Hati

Kamu tahu, hal yang romantis dari hujan?. Dia selalu mau kembali meski tahu rasanya jatuh berkali-kali. Tahu kah kamu, jika mencintaimu itu tidak mudah. Sakit sih, tapi entah kenapa hati selalu menolak untuk menyerah. Dia selalu membisikan supaya bisa bertahan lebih lama dan yakin kau akan berubah lebih baik dari yang sekarang.

Tak Usah Tanya Kenapa, Aku Cuma Punya Hati
Sejujurnya aku tidak mau berjuang sendiri, tapi apa daya. Kisah cintaku tidak seindah kisah cinta pengantar tidur pada saat kecil. Aku seorang wanita yang tidak cukup hanya menunggu, tapi butuh kesabaran dan berkorban perasaan. Sulit rasanya untuk merelakan, saat hati sudah percaya dan nyaman. Doaku selalu tertuju padamu, semoga kau tahu tempat kembali saat kamu mengetahui hati mana yang tulus untuk setia berada di sampingmu.

Kamu berbohong aku pun percaya dan kamu lukai aku tak perduli. Coba kau fikir dimana ada cinta seperti ini. Kau tinggalkan aku, aku tetap disini. Kau dengan yang lain, ku tetap setia. tak usah Tanya kenapa, aku hanya punya hati.

Mungkin ada waktu dimana aku menyerah, usahaku untuk mencintaimu itu menjadi sia-sia. Waktuku dihabiskan bersama orang yang salah, orang yang sebenarnya tidak pernah ingin membagi hatinya. Kamu hanya akan menjadi kisah masalalu yang aku simpan rapat-rapat. Kisah yang akan selalu memancing air mata untuk mengalir.
 


Sejujurnya waktuku tidak banyak, memilih bertahan atau pergi meninggalkan terasa semakin sulit sekarang. Hanya butuh kejujuran darimu, adakah namaku dalam masa depanmu. Jika tidak, cukup sampai disini aku bersamamu. Biarkan semua kisah kita tenggelam bersama mentari sore.  Biarkan aku memulai kisah bersama seseorang dan itu bukan kamu. Terimakasih telah menjadi bagian dari kisah indah dalam hidupku.
Read more

Selasa, 19 Juli 2016

KISAH SUAMI Zalim Yang Hendak Ceraikan Istrinya, Terkena AZAB Dunia

Beberapa bulan yang lalu, seorang wanita beranak usia paruh baya mendatangi seorang konselor. Rumah tangganya tengah mengalami prahara. Dahsyat. Ibarat kapal, rumah tangganya itu sudah pecah berkali-kali, rusak berkeping-keping. Sukar diselamatkan.




Berdasarkan penuturannya, suami nya bersikap zalim. Ia, sebagai istri, hanya disayang saat ada uang, dan serta merta ‘ditendang’ saat uang tiada. Memang, si istri ini bekerja dan sudah menjadi pegawai negeri sipil.
Selain itu, kezaliman suami semakin menjadi-jadi. Main tangan. Kasar. Memukul. Menampar. Menendang. Dan tindakan fisik lainnya yang diawali, dihiasi, dan diakhiri dengan caci maki. “Sakit,” tutur wanita ini bernada sedih. “Saya,” lanjutnya, “sudah tidak kuat menahan ini!”

Kala itu, si istri yang tadinya tinggal satu rumah dengan laki-laki yang menjadi suaminya itu sudah diusir. Padahal, lanjut wanita berbadan subur ini, “Rumah itu dibangun atas kerja keras saya sebagai pegawai negeri sipil. Ada uang suami. Tapi tidak banyak.”

Beberapa saat kemudian, sangwanita kembali mendatangi konselor. Hanya ingin mengisahkan

sebuah berita. Entah, ini baik atau buruk. Sebab, wanita itu pernah berkata, tindakan zalim suaminya bukan yang pertama. Berkali-kali dimaafkan, tapi kembali diulangi. Dan kabar yang disampaikan oleh si wanita adalah; rujuk.

“Saya masih mencintainya. Saya kembali. Meski dizalimi. Kasihan anak-anak.” demikian akunya.
Satu hal lain yang pernah disampaikan si wanita, suaminya telah melontarkan kata cerai. Sekali. Saat itu, si suami mengancam akan segera memutus akad suci yang dulu dia ucapkan di hadapan wali, saksi, penghulu, dan Allah Ta’ala.

Kini, si suami ini tergolek lemah di rumah sakit. Sakit akut. Organ dalam. Parah. Dan harus dipasang alat bantu di salah satu organ dalam vitalnya itu. Sedang memasuki daftar tunggu pemasangan di sebuah rumah sakit ternama Ibu Kota.

Dasar cinta wanita yang tulus, dasar hati wanita yang selembut salju, dasar ketulusan wanita yang sukar dicari bandingnya, ia memilih kembali untuk menjadi istri meski berkali-kali dizalimi.

Katanya dengan nada terbata, “Saya ikhlas merawat suami saya. Tidak ada lagi yang peduli. Keluarganya entah kemana. Saya ikhlas. Mohon doakan agar suami saya sembuh seperti sedia kala.”

Ya Allah… Sungguh, Engkaulah yang Maha Membolak-balikkan hati. Teguhkan hati kami dalam agama-Mu. Balikkan semua hati yang bengkok, lembutkan semua hati yang kasar. Jadikan kami suami shalih yang bisa menyelamatkan istri-istri, anak-anak, dan seluruh keluarga dari pedihnya siksa neraka, dan megajak mereka untuk memasuki surga. Secara berjamaah. Wallahu a’lam.
.
Sumber: siraman islam
Read more

Minggu, 05 Juni 2016

Tilawah Di Depan Imam Masjidil Haram,Lantunan Ayat Suci Wirda Mansur Membuat Merinding Yang Mendengarnya!


BACAAN-MUSLIMAH-    Siapa yang tidak kagum bisa bertemu dengan Imam Masjidil Haram yang tentu bukan orang sembarangan. Mereka adalah para Hafidz yang memiliki hafalan Al Qur’an yang sempurna, suara yang indah dan keilmuan yang mumpuni.





Begitu juga dengan Wirda Mansur yang baru-baru ini membuat para pengguna media sosial merinding. Pasalnya putri Ustad Yusuf Mansur ini bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Imam Masjidil Haram yakni syeikh Abdul Rahman bin Jamal Al ausy.

Tak hanya bertemu dan bertegur sapa, Wirda pun membaca Al Qur’an atau bertilawah di depan Imam Masjid Suci tersebut. Kebahagiaan dan tilawahnya pun diunggah dalam Instagram dimana saat itu Wirda Mansur membacakan surat Al Mulk dengan ditemani ibu dan ayahnya yang tak lain pemimpin pesantren Daarul Qu’ran, Ustad Yusuf Mansur.


Melakukan tilawah di depan Imam Masjidil Haram merupakan sebuah impian yang ingin Wirda realisasikan sejak dulu dan Alhamdulillah dirinya pun kini mendapatkan kesempatan tersebut.

“Impian bisa ngaji di depan Imam Haram, Done. Alhamdulillah yaa Allah.” Tulis Wirda dalam akun @wirda_mansur.

Sejumlah komentar pun menghiasi video tersebut dimana sebagian besar menyatakan rasa merinding setelah mendengar Wirda melantunkan ayat suci Al Qur’an.

“Merinding.. MasyaAllah..” tulis @mila_march07

Sementara yang lainnya memberi komentar positif bahwa Wirda sudah termasuk ahli surga.

“Udah surga banget nih,” tulis @hanumputrsryn.

Profil Wirda Mansur

Gadis yang lahir pada tanggal 29 November 2001 ini memang merupakan seorang hafidz 30 juz yang telah dikenal oleh masyarakat luas karena sejak kecil sudah diajak oleh ayahnya untuk mengikuti berbagai acara televisi.

Kini ia mendapatkan kehormatan sebagai duta Al Qur’an dan menjalankan aktivitasnya sebagai pelajar di sekolah Islam Al Mamoor kota New York. Menurut ayahandanya, pemilihan sekolah tersebut didasari karena Al Mamoor menjadi sekolah islam terbaik yang ada di New York. Wirda pun lebih berkonsentrasi dalam bidang Al Qur’an.

Alasan bersekolah di negeri paman Sam ini pun didasari atas prakarsa dari Nusantara Foundation dan Imam Shamsi Ali yang merupakan seorang ulama Indonesia, namun tinggal di New York.

Semoga semakin banyak para remaja yang benar-benar mencintai Al Qur’an dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi benar-benar pribadi yang Qur’ani. Aamiin


Sumber :kabarmakkah
Read more

Sabtu, 04 Juni 2016

KENALI PENYEBABNYA,WANITA KETIKA KIAMAT DIPAKAIKAN ALLAH DENGAN GELANG DARI API YANG MENYALA,JANGAN SAMPAI KITA DEMIKIAN!


BACAAN-MUSLIMAH-    Bagi wanita, perhiasan bukan hanya sekedar untuk menunjang penampilan, namun juga sebagai alat untuk dapat meningkatkan kepercayaan diri. 




Perhiasan untuk wanita banyak macamnya, seperti cincin, gelang, kalung dan anting. Tersedia beragam jenis dan model sebagai pilihan bagi para wanita. Namun tahukah kamu bila nanti di hari kiamat Allah akan memakaikan dua gelang kepada para wanita yang menyukai perhiasan.

Islam memang memperbolehkan wanita untuk memakai perhiasan. Rasulullah SAW bersabda, “Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari umatku, tetapi diharamkan bagi para pria,” (HR. Nasa’i dan Ahmad)

Namun, penggunaan perhiasan tersebut tetap harus memperhatikan tuntunan syar’i. Yaitu, penggunaannya tidak bertujuan untuk pamer, kesombongan apalagi dengan sengaja untuk menarik perhatian orang lain selain suaminya. Selain itu, jika seorang wanita memakai perhiasaan berupa barang-barang berharga, yang wajib dikenai zakat seperti emas dan perak. Maka diwajibkan baginya untuk mengeluarkan zakatnya.

Diceritakan dari Amr bin Syu’aib dari bapak dari kakeknya, ia berkata bahwa, “Ada seorang wanita yang datang kepada Rasulullah bersama dengan anak wanitanya,  di tangannya ada dua buah gelang besar yang terbuat dari emas. Maka Rasulullah pun bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah mengeluarkan zakat emas itu ?” Wanita itu menjawab, “Belum.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah engkau akan merasa senang jika nanti Allah akan memakaikan kepadamu pada hari kiamat dengan dua gelang dari api neraka.” Wanita itu pun lalu melepas kedua gelangnya dan memberikannya kepada Rasulullah sambil berkata, “Keduanya untuk Allah dan Rasul Nya.” (HR. Abu Daud no. 1563 dan An Nasa’i no. 2479. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Allah Ta’ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 34-35 bahwa, “ Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari di panaskan emas perak itu dalam neraka jahannam , lalu di bakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”

Dari Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Siapa saja yang memiliki emas atau perak namun tidak mengeluarkan zakatnya maka pada hari kiamat nanti akan disepuh untuknya lempengan yang terbuat dari api neraka, lalu dipanaskan dalam api neraka Jahannam, kemudian disetrika dahinya, rusuk dan punggungnya dengan lempengan tersebut. Setiap kali lempengan itu dingin maka akan disepuh lagi dan disetrikakan kembali kepadanya pada hari yang ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. Kemudian ia akan melihat tempat kembalinya apakah ke surga ataupun ke neraka.” (HR. Muslim no. 987)

Dari Asma’ binti Yazid, ia berkata, “Aku masuk bersama bibiku untuk menemui Rasulullah dan ketika itu bibiku memakai beberapa gelang dari emas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bertanya kepada kami, “Apakah kalian sudah mengeluarkan zakat emas ini?” Kami jawab, “Tidak.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidakkah kalian merasa takut kalau nantinya Allah akan memakaikan kepada kalian gelang dari api neraka. Oleh sebab itu, keluarkanlah zakatnya.” (Lihat Jaami’ Ahkamin Nisa’, 2: 155-156)

Sama halnya dengan zakat pada emas dan perak, zakat perhiasan dikeluarkan setiap tahunnya saat haul yaitu mencapai 1 tahun hijriyah dan selama masih mencapai nishob. Ketentuannya yaitu nisab emas adalah sebesar 20 dinar atau setara dengan 85 gram emas dan perak adalah 200 dirham setara dengan 595 gram perak. Artinya, apabila seseorang telah memiliki emas sebesar 20 dinar (85 gram) atau perak 200 dirham (595 gram) dan sudah setahun, maka ia telah terkena wajib zakat, yakni sebesar 2,5% atau 1/40.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatu pun- yaitu dalam emas- sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, terdapat padanya zat 1/2 dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Berikut contoh perhitungan zakat perhiasan:
Sebuah kalung emas murni ketika  telah mencapai haul beratnya 85 gram. Misalkan harga emas murni yang bukan kalung adalah Rp.500.000,-/gram, maka harga emas yang dimiliki senilai Rp.500.000,-/gram x 85 gram = Rp.42.500.000,-. Namun jika harga emas setelah dibentuk menjadi kalung adalah Rp.60.000.000,-. Maka zakat kalung emas dihitung sebesar 1/40 x Rp.60.000.000,- = Rp.1.500.000,-.


Sumber :  rangkuman


Read more

Sabtu, 28 Mei 2016

Wanita Mengerjakan Solat Jumat ? Apakah Boleh ?....

BacaanMuslimah- Wanita muslimah ikut shalat jumat, masih banyak kita dapatkan di beberapa masjid besar. Bahkan di beberapa daerah yang melahirkan banyak ulama, kota santri, pada hari jumat saat pelaksanaan shalat jumat, satu shaf atau lebih diisi wanita muslimah. Mereka ikut berjamaah shalat Jumat bersama kaum muslimin.
Wanita muslimah shalat jumat, berdiri di belakang deretan shaf pria dalam pandangan sekilas ada keanehan. Boleh atau tidaknya dalam tinjauan syariah? Akan kita lihat berdasarkan nash apakah itu al-Quran atau hadis. Selain itu, kalau toh muslimah ikut melaksanakan shalat jumat di masjid, apakah juga harus melaksanakan shalat dzuhur. Bagi pria, setelah melaksanakan shalat jumat, maka dihitung sudah melaksanakan shalat dzuhur.

Ada tiga hadis Nabi saw yang menyinggung boleh tidaknya wanita muslimah ikut shalat jumat;

- Hadis yang diriwayatkan imam Abu Daud dari Thariq bin Syihab dari Rasulullah saw bersabda; “Jumat itu wajib bagi setiap Muslim dengan berjamaah, kecuali empat golongan, yaitu; hamba sahaya, wanita, anak-anak dan orang yang sakit.”
- Hadis yang juga diriwayatkan imam Abu Daud dari Ibnu Umar dia berkata; Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian melarang kaum wanita pergi ke masjid, akan tetapi sebenarnya rumah mereka itu lebih baik bagi mereka.”
- Hadis yang diriwayatakan imam Muslim, dari Amrah binti Abd Rahman dari saudara perempuan Amrah, ia berkata, “Aku menghafal surat Qaaf langsung dari mulut Rasulullah saw, yakni ketika beliau membacanya beberapa kali di atas mimbar dalam khutbah Jumat.”
 
Dari ketiga hadis tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai jawaban atas pertanyaan bolehkah wanita muslimah ikut shalat jumat. Hadis pertama, menyebutkna dengan jelas, bahwa kewajiban Jumat berjamaah tidak berlaku bagi wanita. Artinya, jika toh wanita muslimah ikut shalat Jumat, maka wajib baginya melaksanakan shalat dzuhur setelah shalat Jumat.

Hadis kedua menggambarkan bahwa tidak ada larangan wanita muslimah ke masjid untuk kegiatan ibadah seperti shalat Jumat, meski yang terbaik adalah melaksanakan ibadah itu di rumah saja. Artinya shalat Jumat di masjid boleh saja, dan lebih bagus jika tidak melaksanakannya, karena shalat Jumat hanya dilaksanakan di masjid.
Hadis ketiga menyebutkan bahwa seorang sahabat muslimah, rutin melaksanakan shalat Jumat bersama Nabi saw, bahkan saking rutinnya, sahabat Nabi saw itu menghapal surah Qaf yang dibacakan Nabi saw saat khutbah.

Sekarang mari kita kembali ke kerangka dasar bahwa, menurut surah al-Ahzab ayat 33, sebaik wanita itu tinggal di rumah. Kalau toh keluar tidak tabarruj (berhias berlebihan yang memancing perhatian). Olehnya itu, karena shalat Jumat berjamaah tidak wajib bagi wanita muslimah, dan tempat terbaik wanita muslimah adalah di rumah, maka sebaiknya wanita muslimah tidak perlu melaksanakan shalat Jumat. Cukup shalat dzuhur di rumah saja.

Sember : http://muslimah-id.com
Read more