Tampilkan postingan dengan label Alam Akhirat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam Akhirat. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2016

MasyaAllah!! Inilah 6 Pelajaran Penting Dari Orang Shaleh Untuk Kita, Agar Selamat Dunia Dan Akhirat

Dakwahislam - Pada suatu hari, Syaqiq al-Balkhi –beliau termasuk
salah seorang dokter hati- berkata kepada muridnya, Hatim al-Asham, “Apa yang telah engkau pelajari dariku sejak menyertaiku (selama 30 tahun)?”



Hatim al-Asham menjawab, “Ada enam hal:

Pertama, saya melihat orang-orang masih ragu mengenai rezeki. Tidak ada di antara mereka melainkan kikir terhadap harta yang ada di sisinya dan tamak terhadap hartanya. Lantas saya bertawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala berdasarkan firman-Nya:

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (QS. Hud: 6)

Karena saya termasuk makhluk bergerak, maka saya tidak peru menyibukkan hatiku dengan sesuatu yang telah dijamin oleh Dzat yang Maha Kuat dan Kokoh.”

Beliau berkata, “Engkau benar.”

Kedua, saya memandang bahwa setiap orang mempunyai teman yang menjadi tempat baginya untuk membuka rahasia dan mencurahkan isi hatinya. Akan tetapi mereka tidak akan menyembunyikan rahasia dan tidak mampu melawan takdir. Oleh karena itu, yang saya jadikan sebagai teman ialah amal shalih agar dapat menjadi pertolongan bagiku pada saat dihisab, mengokohkanku di hadapan Allah Azza wa Jalla, serta menemaniku melewati shirath.

Lalu beliau berkata, “Engkau benar.”

Ketiga, saya memandang bahwa setiap orang mempunyai musuh. Lalu saya merenung. Ternyata orang yang menggunjingku bukanlah musuhku, bukan pula orang yang berbuat
zhalim kepadaku, dan bukan pula orang yang berbuat buruk kepadaku. Sebab, dia

justru memberi hadiah kepadaku dengan amal-amal kebaikannya dan memikul perbuatan-perbuatan burukku. Akan tetapi, musuhku ialah sesuatu yang pada saat saya melakukan ketaatan kepada Allah, dia membujukku berbuat maksiat kepada-Nya. Hal tersebut adalah iblis, nafsu, dunia, dan keinginan. Oleh karena itu, saya menjadikan hal tersebut sebagai musuh, saya menjaga dirinya, dan saya mempersiapkan diri untuk memeranginya. Maka, saya tidak akan membiarkan salah satu dari semua itu mendekati saya.

Lalu beliau berkata, “Engkau benar.”

Keempat, saya memandang bahwa setiap orang hidup adalah orang yang dicari sedangkan malaikat Maut adalah pihak yang mencari. Oleh karena itu, saya mencurahkan diri saya untuk bertemu dengannya. Sehingga, ketika dia telah datang, saya dapat bersegera berangkat dengannya tanpa rintangan.”

Lalu beliau berkata, “Engkau benar.”

Kelima, saya melihat orang-orang saling mencintai dan saling membenci. Saya melihat orang yang mencintai tidak memiliki sedikit pun terhadap orang yang dicintainya, lalu saya merenungkan sebab cinta dan benci. Saya tahu bahwa sebabnya ialah keinginan dan dengki. Saya menyingkirkannya dari diri saya dengan menyingkirkan hal-hal yang menghubungkan antara diri saya dengannya, yaitu syahwat. Oleh karena itu, saya mencintai seluruh kaum muslimin. Saya hanya ridha kepada mereka sebagaimana saya ridha terhadap diri sendiri.

Lalu beliau berkata, “Engkau benar.”

Keenam, saya memandang bahwa setiap orang yang bertempat tinggal pasti meninggalkan tempat tinggalnya dan sesunguhnya tempat kembali setiap orang yang bertempat tinggal ialah alam kubur. Oleh karena itu, saya mempersiapkan semua amal perbuatan yang mampu saya lakukan yang dapat membuatku gembira di tempat tinggal yang baru yang di belakangnya tidak lain adalah surga atau neraka.

Kemudian Syaqiq al-Balkhi berkata, “Itu sudah cukup. Lakukanlah semua itu sampai mati.”
Read more

Jumat, 10 Juni 2016

Benarkah Setiap Jumat, Roh Orang-orang Mukmin Datang ke Rumah Sambil Menangis?? awabannya Mengejutkan!!!

Dakwahislam - Diriwayatkan dalam sebuah hadist, “Barangsiapa mendatangi
makam saudaranya yang seiman, kemudian meletakkan tangannya di atas makam tersebut sambil membaca Surah Al-Qadr sebanyak tujuh kali, niscaya dia akan selamat di hari musibah terbesar (hari kiamat).”



Benarkah Setiap Jumat, Roh Orang-orang Mukmin Datang ke Rumah Sambil Menangis?? awabannya Mengejutkan!!!

Dalam hadist lain yang senada dengan tambahan kalimat,

“hendaknya sambil menghadap kiblat.”

Syaikh Abbas al-Qumi berkata

“Di antara yang selamat pada hari kiamat, bisa jadi dari kalanan peziarah atau yang diziarahi.”

Fudhail meriwayatkan,

“Barang siapa membaca Surah Al-Qadr di sisi kuburan seorang mukmin sebanyak tujuh kali, maka Allah SWT akan mengutus kepadanya malaikat di samping kuburnya dan dicatatkan bagi si mayat yang ada dalam kubur itu pahala ibadah yang dilakukanmalaikat itu. Ketika Allah membangkitkannya dari kubur, tidak ada sesuatu pun yang menakutkannya melainkan Allah palingkan darinya dengan perantaraan malaikat hingga dia masuk surga.”

Selain membaca Surah Al-Qadr, bacalah pula Surah Al-Fatihah, Surah AL-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nash dan ayat Kursi masing-masing tiga kali.

Ibnu Tawus berkata,

“Jika engkau berada di tengah kuburan kaum mukmin, maka bacalah Surah Al-Ikhlash sebanyak 11 kali, dan hadiahkan pahalanya untuk mereka (para penghuni kubur). Allah SWT akan memberi pahala kepada orang yang membaca Surah Al-Ikhlash sebanyak jumlah yang dimakamkan di tempat tersebut."

"Dalam Kitab Jami’al Akbar, dimuat sebuah riwayat yang berasal dari sahabat Rasulullah SAW, yang menerangkan bahwasannya beliau telah bersabda:

“Berikanlah hadiah kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.”

Para sahabat bertanya,

“Apa yang harus kami berikan kepada orang-orang yang telah meninggal dunia?”

Beliau menjawab, “Sedekah dan doa.”

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sesungguhnya roh orang-orang mukmin itu setiap hari Jumat mendatangi langit dunia (dan berada) di depan rumah mereka. Masing-masing mereka memanggil anggota keluarganya dengan penuh ratapan sambil menangis, 'Wahai keluargaku, wahai anak-anakku, wahai ayahku, wahai ibuku dan kerabatku. Kasihanilah kami, semoga Allah merahmati kalian. Kasihanilah kami dengan (mengeluarkan sedekah berupa) dirham (uang), roti (makanan), atau pakaian. Semoga Allah SWT memberi kalian pakaian dari surga.'”

Kemudian Nabi SAW menangis, maka serempak kami pun turut menangis bersamanya.

Bahkan beliau tidak dapat melanjutkan perkataannya karena tangisannya itu.



Lalu bersabda: “Mereka adalah saudara-saudara kalian seagama. Mereka telah menjadi tanah yang hancur setelah (mendapatkan) kesenangan dan kenikmatan (di dunia). Mereka berteriak-teriak, ‘Celakalah diri kami. Celakalah diri kami. Seandainya kami menginfakkan segala yang ada pada tangan kami untuk ketaatan dan mencari keridhaan Allah, niscaya kami tidak membutuhkan (pertolongan) kalian.’ Mereka bersedih hati dan menyesali diri sambil berseru, ‘Bergegaslah kalian bersedekah untuk orang-orang yang mati.’”

Diriwayatkan pula dari Rasululah SAW, bahwasanya beliau telah bersabda:

“Apa yang kalian sedekahkan untuk orang mati, niscaya diambil oleh malaikat kemudian diletakkan di tempat yang terbuat dari cahaya yang menyinari tujuh langit. Kemudian malaikat tersebut berdiri di atas pusara sambil berkata, 'Salam sejahtera atas kalian wahai penghuni kubur. Keluarga kalian telah mengiriman hadiah untuk kalian.’ Lalu malaikat itu mengirimkan hadiah tersebut ke dalam kubur si mayat.”

(Sumber : Fadhlah Surah Yasin dan Tahlil oleh Abu Muhammad dan Tim Zahra)
Read more

Selasa, 03 Mei 2016

Walau Berdosa, Benarkah Umat Muslim Pada Akhirnya Akan Masuk Surga? Ini Jawabannya

Pertanyaan :
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Saya mempunyai seorang teman yang beragama Kristen Advent, dia selalu menanyakan tentang jaminan oleh Allah bahwa umat Islam itu dijamin masuk surga nantinya? Saya minta tolong untuk dijelaskan terdapat di dalam dalam surat mana dan ayat mana. Demikian, saya harap untuk dijawab secepatnya.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Adityo


Walau Berdosa, Benarkah Umat Muslim Pada Akhirnya Akan Masuk Surga? Ini Jawabannya

Jawaban:

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh, Dalam aqidah ahlussunnah wal jamaah, setiap Muslim memang dipastikan pada akhirnya akan masuk surga. Namun tidak ada yang menjamin bisa lolos begitu saja langsung tanpa lewat neraka. Tergantung dari dosa dan berat timbangan amal baik dan buruk, setelah dihisab. Sebaliknya, orang non muslim sudah dipastikan masuk neraka. Meski punya banyak perbuatan yang terbilang baik di mata manusia. Tapi sayang di mata Allah justru dia merupakan penentang utama. Allah SWT mengutus nabi dan rasul, dia malah mengingkarinya. Allah menurunkan kitab suci, dia malah membuangnya. Apalah artinya baik di mata manusia tapi kufur di mata Allah?

Jaminan buat orang Islam untuk masuk surga banyak didapat keterangannya pada sabda-sabda Rasulullah SAW. Misalnya hadits berikut ini:

‏ ‏أبي هريرة ‏ ‏أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال:‏ كل أمتي يدخلون
الجنة إلا من أبى قالوا يا رسول الله ومن يأبى قال من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني فقد أبى رواه البخاري
Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Setiap ummatku pasti akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Shahabat bertanya, Ya Rasulallah, siapa yang tidak mau? Beliau menjawab, Mereka yang mentaatiku akan masuk surga dan yang menetangku maka dia telah enggan masuk surga.

Selain itu juga ada hadits Rasulullah SAW lainnya yang menyebutkan hal itu. Dari Abi Said bahwa Rasulullah SAW bersabda, Bila ahli surga telah masuk surga dan ahli neraka telah masuk neraka, maka Allah SWT akan berkata, Orang yang di dalam hatinya ada setitik iman, hendaklah dikeluarkan. Maka mereka pun keluar dari neraka.

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, Dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan dan di dalam hatinya ada seberat biji dari kebaikan .

Ada juga hadits yang isinya merupakan sumpah Allah SWT bahwa orang yang mengucapkan syahadatain itu akan dikeluarkan dari neraka. Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang Allah SWT yang berfirman, Demi Izzah-Ku, demi Jala-Ku, demi Kesombongan-Ku dan demi Keagungan-Ku, Aku pasti keluarkan orang yang mengucapkan .


Semua hadits di atas dan masih banyak lagi hadits di atas memang memberikan jamiman bahwa orang yang telah pernah mengucapkan syahadatain itu pastilah dikeluarkan dari neraka dan masuk ke dalam surga.

Hanya saja masalahnya, tidak ada jaminan bahwa sebelum masuk ke surga itu apakah akan mampir ke neraka dulu atau tidak. Yang kedua, tentu saja yang dimaksud dengan mengucapkan dua kalimat syahadat itu adalah ikrar yang datang dari lubuk hati, bukan sedekar asal bunyi tapi tanpa rasa percaya.

Wallahu a’lam bishshawab wAssalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Sumber Apakah Allah Menjamin Umat Islam Masuk Surga? : http://www.salaf.web.id

Sumber : islampos.com
Read more

Senin, 02 Mei 2016

MasyaAllah!! Beginilah Suara Yang Akan Di Dengar Mayit, Rugi Tidak Membacanya!

DakwahIslam - Tidak membacanya rugi bukan maksud hati
menakut-nakuti yang Akan Ikut Mayat adalah Tiga: keluarga, Hartanya, serta Amalnya. Ada Dua yang balik serta Satu Tinggal Bersamanya, famili serta Hartanya Akan pulang Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.




Ketika Roh Meninggalkan Jasad...
Terdengar suara menurut Langit Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau yg telah Meninggalkan Dunia,
Atau bumi yg Meninggalkanmu Apakah Kau yg telah Menumpuk Harta Kekayaan,
Atau Kekayaan yg telah Menumpukmu
Apakah Kau yang telah Menumpuk Dunia,
Atau dunia yang sudah Menumpukmu Apakah Kau yang sudah Mengubur dunia, Atau dunia yang sudah Menguburmu."
waktu Mayat Tergeletak Akan Dimandikan....


Terdengar menurut Langit suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Mana Badanmu yang Dahulunya bertenaga Mengapa sekarang Terkulai Lemah Mana Lisanmu yang Dahulunya Fasih Mengapa kini Bungkam tak Bersuara Mana Telingamu yg Dahulunya Mendengar Mengapa kini Tuli dari Seribu Bahasa Mana sahabat-Sahabatmu yg Dahulunya Setia Mengapa sekarang Raib tak Bersuara.

Saat Mayat Siap Dikafan...
Suara dari Langit Terdengar Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan Berbahagialah bila Kau Bersahabat dengan Ridha Allah Celakalah jika Kau Bersahabat dengan marah Allah Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Kini Kau Tengah Berada dalam Sebuah bepergian Nun Jauh Tanpa Bekal Kau telah Keluar menurut Rumahmu dan tidak Akan balik Selamanya kini Kau Tengah Safar pada Sebuah Tujuan yang Penuh Pertanyaan."


ketika Mayat Diusung....
Terdengar berdasarkan Langit bunyi Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan.. Berbahagialah jika Amalmu merupakan Kebajikan Berbahagialah bila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah bila Hidupmu Penuh beserta Taat."


saat Mayat Siap Dishalatkan....
Terdengar dari Langit suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan.. Setiap Pekerjaan yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya pada Akhirat apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik apabila tidak baik, Kau Akan Melihatnya jelek."
waktu Mayat Dibaringkan di Liang


Lahat....
Terdengar bunyi Memekik dari Langit, "Wahai Fulan Anak Si Fulan... Apa yang sudah Kau Siapkan menurut Rumahmu yang Luas pada Dunia buat Kehidupan yang Penuh Gelap Gulita di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan... Dahulu Kau Tertawa kini pada Perutku Kau Menangis Dahulu Kau Bergembira kini pada
Perutku Kau Berduka Dahulu Kau Bertutur istilah sekarang pada Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."

saat seluruh manusia Meninggalkannya Sendirian.... Allah mengatakan Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku..... Kini Kau Tinggal seorang Diri Tiada teman dan Tiada kerabat pada Sebuah tempat mini, Sempit dan Gelap.. Mereka pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri Padahal, lantaran Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku Hari Ini,.... Akan Kutunjukan Kepadamu afeksi-Ku yang Akan Takjub Seisi Alam Aku Akan Menyayangimu Lebih menurut afeksi seseorang ibu dalam Anaknya. Pada Jiwa-Jiwa yang damai Allah Berfirman, "Wahai Jiwa yang damai Kembalilah kepada Tuhanmu beserta Hati yg Puas Lagi Diridhai-Nya Maka Masuklah Ke dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku serta Masuklah Ke dalam Jannah-Ku.
Aamiin.

Semoga ALLAH Senantiasa membimbing kita selalu dalam keadaan istiqomah buat taat serta bertakwa pada ALLAH dan selalu dalam keimanan, dan mudah2n ALLAH menaruh kita ganjaran yg lebih baik berupa surga dunia juga sorga akhirat kelak. Aamiin
Marilah kita berdoa, bermunajat pada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yg telah lalu.

Ya Allah,
Ampunilah seluruh dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun nir, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat pada-Mu sampai akhir hayat.
Aamiin ya Rabbal'alamin
(Cantumkan bila terdapat doa spesifik, supaya kami para jamaah bisa mengaminkannya)
Silahkan Klik Like serta Bagikan pada halamanmu supaya anda serta sahabat-temanmu senantiasa istiqomah serta mampu mempertinggi ketakwaannya kepada ALLAH SWT.



Sumber muslimsatu.com

Read more

Rabu, 27 April 2016

Muslimah Yang Pernah Menikah Lebih Dari Sekali, Siapakah Suaminya Disurga? Ini Jawabannya

DakwahIslam - Kadang-kadang ada wanita muslimah yang berpisah
dengan suaminya. Baik karena bercerai atau suaminya meninggal dunia. Lalu, muslimah tersebut menikah lagi. Ketika mereka semua masuk surga, siapakah yang akan menjadi suaminya?

Imam Al Qurthuni di dalam kitab At Tadzkirah meriwayatkan bahwa Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu anhu mengatakan kepada istrinya, “Jika engkau ingin menjadi istriku di surga, janganlah engkau menikah lagi setelah aku. Karena wanita adalah milik suaminya yang terakhir.”

Muslimah Yang Pernah Menikah Lebih Dari Sekali, Siapakah Suaminya Disurga? Ini Jawabannya
Sumber : pelangimuslim.com
Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu anhu pernah melamar Ummu Darda. Namun Ummu Darda menolak sembari mengatakan, “Aku pernah mendengar Abu Darda menceritakan sebuah hadits yang menyatakan ‘Sesungguhnya wanita akan menjadi istri dari suami terakhirnya kelak di surga.’”

“Begitu juga halnya dengan Ummahatul Mu’minin,” kata Abu Muhammad Jamal dalam buku Imra’atus Sami’in bi Aushafil Huril Iin, “kelak di surga akan menjadi istri-istri Rasulullah, meskipun sebelum dinikahi Rasulullah mereka pernah dinikahi orang lain.”

Namun, ada pula pendapat bahwa muslimah yang pernah menikah beberapa kali, kelak di surga ia akan menjadi istri dari suami yang paling baik akhlaknya.


Ummu Habibah pernah bertanya pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, wanita yang pernah mempunyai dua suami di dunia, lalu keduanya meninggal, lantas ketiganya bertemu di surga, untuk siapa istri itu, untuk suami pertama atau kedua?” Rasulullah menjawab, “Untuk suami yang paling baik akhlaknya kepada istrinya. Karena akhlak akan membawa kebaikan dunia dan akhirat.” [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Disarikan dari Imra’atus Sami’in bi Aushafil Huril Iin (Bertemu Bidadari di Surga) karya Abu Muhammad Jamal Ismail
Read more

Senin, 25 April 2016

Astaghfirullah! Inilah Dua Dosa yang Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal

DakwahIslam - Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan
perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja.

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya meski Ia sudah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.


Astaghfirullah! Inilah Dua Dosa yang Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal
Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Lantas apa saja dosa yang akan terus mengalir ini?

1. Menjadi Pelopor Maksiat
Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat bagus jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat?

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memberikan motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun karena perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa.

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak.

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat
Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan  hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup tidak hanya semata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal.
Read more

Selasa, 19 April 2016

Beginilah Keadaan Mayit Setelah Dikuburkan, Mengharukan Semua Pembaca

DakwahIslam - Setelah seorang manusia meninggal dunia,
maka dengan segera prosesi pemakamannya akan dilangsungkan. Dimana ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan misalnya sang mayit akan dimandikan terlebih dahulu kemudian dikafankan. Untuk selanjutnya diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Beginilah Keadaan Mayit Setelah Dikuburkan, Mengharukan Semua Pembaca


Pada saat itulah seluruh anggota keluarganya akan mengiringi untuk terakhir kalinya. Sebab setelah ia dimakamkan maka tidak lama kemudian para saudara dan anggota keluarganya akan meninggalkannya sendirian.Dan pada saat itulah ia akan melewati malam pertamanya di alam kubur, sebuah tempat yang gelap, sunyi dan mencek

Namun tahukah kamu bagaimana keadaan mayit setelah ia dikuburkan ? Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ada berbagai macam keadaan mayit di dalam kuburnya. Misalnya ada yang menangis dan tertawa,serta ada yang disempitkan dan dilapangkan kuburnya. Lantas bagaimanakah keadaan yang sesungguhnya dialami oleh si mayit di dalam kuburnya ? Berikut penjelasan selengkapnya.

Sebelum mayit mengalami peristiwa-peristiwa di alam kuburnya seperti pertanyaan dari malaikat, mendapatkan azab atau nikmat kubur dan lain sebagainya. Ternyata mayit sudah mengalami hal-hal ghaib yang tidak mampu ditangkap oleh panca indra manusia. Misalnya pada saat jenazah dikebumikan, maka orang-orang disekitarnya tidak bisa mengetahui apa yang dialami oleh saudaranya yang telah makan tersebut.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,
“Apabila jenazah telah dibawa oleh orang-orang di atas pundak-pundak mereka (menuju kubur pen.), seandainya pada masa hidupnya ia adalah orang yang shalih, ia akan mengatakan, “Segerakanlah aku!! segerakanlah aku!!” Namun jika ia dahulu orang yang tidak shalih, ia akan mengatakan, “Celaka! Hendak kemana kalian membawa jenazah ini! Seluruh makhluk mendengar suara tersebut kecuali manusia, andaikata seseorang mendengarnya, pasti dia akan pingsan.” (HR. Bukhari, no. 1314)

Dimana pada saat itu posisi mayit sangat dekat dengan orang-orang yang masih hidup yaitu dipikul diatas punda-pundak pembawa jenazah namun hal itu tidak membuat orang-orang disekitarnya mendengarkan apa yang dikatakan oleh si mayit disebabkan dimensi mereka sudah berbeda.

Kemudian dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya apabila mayit telah dikuburkan, maka dia mendengar derap alas kaki orang yang mengantarkannya ketika kembali dari tempat pemakaman.  Dan jika ia seorang mukmin, maka ibdaha shalatnya akan berada di kepalanya, ibadah puasanya berada disamping kanannya dan zakat disebelah kirinya. Sedangkan seluruh perbuatan baiknya seperti sedekah, silahturahim, damalan yang ma'ruf dan perlakuan baiknya akan berada di kedua kakinya.

Kemudian ia didatangi dari arah kepalanya, maka amalan shalatnya berkata "Tidak ada tempat dari arahku (untuk mengganggu orang ini)". Lalu ia juga didatangi dari sebelah kanan sehingga amalan puasanya pun berkata, "Tidak ada tempat dari arahku." Selanjutnya ia kembali didatangi dari arah-arah lainnya, namun semuanya mengatakan hal yang sama, "Tidak ada tempat dari arahku".

Selanjutnya dikatakan kepadanya, "Duduklah dengan tenang". Kemudian orang mukmin itu duduk dan ia diibaratkan seperti matahari yang tenggelam. Dan para malaikat akan bertanya kepadanya, "Apa yang telah kamu katakan tentang lelaki yang diutus kepada kalian (maksudnya adalah Nabi Muhammad) ? Lantas apa yang engkau persaksikan atasnya ? Maka orang mukmin itu menjawab, "Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan sha;at terlebih dahulu."

Kemudian dikatakan kepadanya, "Engkau boleh mengerjakannya, namun jawablah terlebih dahulu pertanyaan yang kami ajukan kepadamu. Apa pendapatmu tentang seorang laki-laki yang berada ditengah-tengahmu, lantas apa komentarmu ? Apa yang engkau persaksikan atasnya ?"

Maka orang mukmin itu menjawab, "Lelaki itu adalah Muhammad, aku bersaksi bahwa dia itu Rasulullah, dan dia telah datang kepada kami dengan membawa kebenaran dari sisi Allah SWT."

Kemudian dikatakan kepada mayit itu, "Kamu benar, dan kamu telah hidup berdasarkan keyakinan ini, dan meninggal dunia juga dengan keyakinan ini dan akan dibangkitkan berdasarkan keyakinan ini Insya Allah."

Selanjutnya dibukakan untuknya salah satu dari beberapa pintu surga, dan dikatakan kepadanya, "Inilah tempat tinggalmu dan segala isinya telah dipersiapkan Allah untukmu. Oleh karena itu sang mayit pun merasa lebih bahagia dan gembira.

Kemudian setelah itu dibukakan untuknya salah satu dari beberapa pintu neraka, sambil dikatakan bahwa "Inilah tempat tinggalmu dengan segala isinya yang telah dipersiapkan Allah jika kamu berbuat maksiat kepadanya. Maka ia akan semakin merasa bergembira dan bahagia karena tidak termasuk golongan ahli maksiat.

Selanjutnya kuburan si mayit itu dilapangkan sepanjang 70 hasta, dan diberikan lampu penerang dan jasadnya pun dikembalikan seperti semula kemudian ruhnya diletakkan ke dalam burung yang bertengger di atas pohon dalam surga.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT,
"Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit (ucapan yang teguh) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (QS.Ibrahim: 27).

Akan tetapi jika si mayit tersebut adalah seorang kafir, maka ia akan didatangi dari arah kuburnya dan tidak ditemukan sesuatu apapun yang bisa melindunginya. Dan begitu selanjutnya dari arah lainnya. Maka dikatakan kepadanya "Duduklah". Lantas ia pun duduk dengan perasaan takut dan gelisah. Kemudian ditanyakan kepadanya, "‘Apa yang dulu kamu katakan tentang laki-laki yang berada di tengah-tengah kalian?"

Dimana pada saat itu ia telah diberi petunjuk tentang nama lelaki tersebut, yaitu Nabi Muhammad SAW. Namun orang kafir itu pun menjawab "Aku tidak tahu, memang dulu aku mendengar orang-orang telah mengatakan sesuatu, maka aku pun ikut-ikutan mengatakan apa yang mereka katakan."

Setelah itu dikatakan kepadanya, "Berdasarkan ketidaktahuan inilah kamu menjalani hidup, dan berdasarkan keraguan inilah kamu mati, dan berdasarkan keraguan inilah kamu akan diabngkitkan dari kubur, Insya Allah".

Setelah itu dibukakan untuknya salah satu pintu neraka dan dikatakan kepadanya, "Inilah tempat tinggalmu di neraka dengan segala isinya yang telah dipersiapkan Allah untukmu." Sehingga ia merasa rugi dan menyesal. Selanjutnya dibukakan untuknya salah satu dari pintu-pintu surga dan dikatakan kepadanya. Dan inilah tempat tinggalmu di surga jika kamu taat kepada Allah SWT. Sehingga semakin menyesal dan merugilah si mayit tersebut."

Selanjutnya disempitkan kuburannya hingga tulang-tulang rusuknya saling bertindih dan menjadi ringsek. Dan itulah kehidupan sempit yang telah disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya,

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatanku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit." (QS.Thaha: 124).” [ HR. Ibnu Hibban, 777; Mawarid al-Hakim, 1/379.]

Sumber: palingyunik.blogspot.co.id
Read more

Senin, 18 April 2016

Astaghfirullah! Inilah Tanda Kiamat yang Sudah Terjadi di Hong Kong

DakwahIslam - Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan
tanda-tanda kiamat kubra (besar) dalam sejumlah hadits. Salah satu tanda kiamat yang pernah disabdakan Rasulullah itu, kini terjadi di Hong Kong.

Astaghfirullah! Inilah Tanda Kiamat yang Sudah Terjadi di Hong Kong


Rasulullah mensabdakan bahwa salah satu tanda kiamat kubra (besar) adalah maraknya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan. Saking terang-terangan, disebutkan bahwa perzinaan itu juga terjadi di jalan.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا

“Di antara tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu, tersebarnya kebodohan, dan merebaknya perzinaan” (HR. Bukhari dan Muslim)

لا تقوم الساعة حتى يتهارجون فى الطرق تهارج الحمر

“Tidak akan terjadi kiamat hingga ada orang-orang yang melakukan hubungan intim di jalan-jalan bagaikan keledai” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ ، لا تَفْنَى هَذِهِ الأُمَّةُ حَتَّى يَقُومَ الرَّجُلُ إِلَى الْمَرْأَةِ فَيَفْتَرِشَهَا فِي الطَّرِيقِ ، فَيَكُونَ خِيَارُهُمْ يَوْمَئِذٍ مَنْ يَقُولُ لَوْ وَارَيْتَهَا وَرَاءَ هَذَا الْحَائِطِ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, tidak akan hancur umat ini hingga kaum pria mendatangi kaum wanita, lalu menggaulinya di jalan. Orang yang paling baik di antara mereka saat itu mengatakan: ‘Seandainya engkau menutupinya dengan melakukannya di belakang tembok ini’” (HR. Abu Ya’la Al Haitsami dan ia menshahihkannya)

Perzinaan di jalan –mirip sabda Rasulullah tersebut- terjadi di Hong Kong, baru-baru ini. Diberitakan oleh Mirror.co.uk, Sabtu (4/4/2015), sepasang pemuda berstatus mahasiswa dan mahasiswi berzina di pinggir jalan. Karena tempatnya terbuka, beberapa orang menyaksikan peristiwa itu. Di antara “saksi” merekamnya dalam bentuk video. Entah sadar atau tidak aksi mereka direkam, pasangan yang sebelumnya mabuk itu pun “tidak terganggu” dan tidak menghentikan aktivitasnya hingga rekaman usai dan orang itu berlalu.

Selain “saksi” tersebut, seorang polisi juga memergoki mereka. Bedanya, pada saat polisi tersebut datang, mereka telah selesai. Keduanya sudah berpakaian.

Apa yang disabdakan Rasulullah sejak 14 abad yang lalu tidak pernah terbayangkan di di zaman itu. Namun kini, peristiwa itu benar-benar terjadi. Selain menjadi tanda bahwa kiamat sudah dekat, peristiwa seperti ini juga menjadi kebenaran hadits Nabi.

Lalu, apa yang sudah kita siapkan untuk menghadapi datangnya kiamat? Kalaupun seseorang tidak menemui kiamat kubra, ia pasti menghadapi kiamat sugra yang berupa kematian.

Sumber: Tarbiyah.net
Read more

Wajib Tahu : Inilah 4 Tanda sebelum Malaikat Maut Datang Menjemput

DakwahIslam - Tidak ada seorang pun yang tahu kapan
kematian datang. Dan jika kematian datang, ia tidak dapat dimajukan dan ditunda meskipun sedetik.


وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (QS. Al A’raf: 34)



Wajib Tahu : Inilah 4 Tanda sebelum Malaikat Maut Datang Menjemput



قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus: 49)

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Munafiqun: 11)

Namun sebenarnya, sebelum malaikat maut datang untuk mencabut nyawa, umumnya ada tanda yang dikirimkan terlebih dahulu.

Imam Al Qurthubi menjelaskan tanda-tanda itu dalam kitabnya At Tadzkirah. Bahwa Malaikat Maut pernah ditanya oleh seorang Nabi, “Tidakkah engkau punya delegasi yang kau suruh mendahuluimu agar manusia bersiap-siap mendatangimu?”

Malaikat maut menjawab: “Sebenarnya aku memiliki banyak delegasi; berupa gangguan dan penyakit, uban, berbagai hal menyedihkan, berkurangnya pendengaran dan penglihatan. Jika manusia ditimpa hal-hal itu tidak sadar juga dan tidak mau bertaubat, maka ketika aku datang aku menyerunya ‘Bukankah sudah banyak delegasi yang datang sebelumku, peringatan demi peringatan? Dan aku adalah delegasi terakhir, tidak ada delegasi lain sesudahku. Aku adalah peringatan terakhir dan tidak ada peringatan lagi sesudahku.’”

Jadi…
1. Sakit
2. Munculnya uban
3. Berkurangnya pendengaran
4. Berkurangnya penglihatan
Adalah empat tanda yang seharusnya membuat seseorang bersiap-siap menghadapi kematian. Meskipun banyak juga orang yang belum beruban dan belum berkurang pendengaran dan penglihatannya sudah didatangi Malaikat Maut, namun tanda-tanda itu mestinya adalah peringatan bahwa seseorang harus bersiap menyongsong kematian yang semakin mendekat. 


Sumber: Tarbiyah.net
Read more