Kamis, 15 September 2016

Jangan Tanya Kenapa, Aku Cuma Punya Hati

Kamu tahu, hal yang romantis dari hujan?. Dia selalu mau kembali meski tahu rasanya jatuh berkali-kali. Tahu kah kamu, jika mencintaimu itu tidak mudah. Sakit sih, tapi entah kenapa hati selalu menolak untuk menyerah. Dia selalu membisikan supaya bisa bertahan lebih lama dan yakin kau akan berubah lebih baik dari yang sekarang.

Tak Usah Tanya Kenapa, Aku Cuma Punya Hati
Sejujurnya aku tidak mau berjuang sendiri, tapi apa daya. Kisah cintaku tidak seindah kisah cinta pengantar tidur pada saat kecil. Aku seorang wanita yang tidak cukup hanya menunggu, tapi butuh kesabaran dan berkorban perasaan. Sulit rasanya untuk merelakan, saat hati sudah percaya dan nyaman. Doaku selalu tertuju padamu, semoga kau tahu tempat kembali saat kamu mengetahui hati mana yang tulus untuk setia berada di sampingmu.

Kamu berbohong aku pun percaya dan kamu lukai aku tak perduli. Coba kau fikir dimana ada cinta seperti ini. Kau tinggalkan aku, aku tetap disini. Kau dengan yang lain, ku tetap setia. tak usah Tanya kenapa, aku hanya punya hati.

Mungkin ada waktu dimana aku menyerah, usahaku untuk mencintaimu itu menjadi sia-sia. Waktuku dihabiskan bersama orang yang salah, orang yang sebenarnya tidak pernah ingin membagi hatinya. Kamu hanya akan menjadi kisah masalalu yang aku simpan rapat-rapat. Kisah yang akan selalu memancing air mata untuk mengalir.
 


Sejujurnya waktuku tidak banyak, memilih bertahan atau pergi meninggalkan terasa semakin sulit sekarang. Hanya butuh kejujuran darimu, adakah namaku dalam masa depanmu. Jika tidak, cukup sampai disini aku bersamamu. Biarkan semua kisah kita tenggelam bersama mentari sore.  Biarkan aku memulai kisah bersama seseorang dan itu bukan kamu. Terimakasih telah menjadi bagian dari kisah indah dalam hidupku.
Read more

Selasa, 13 September 2016

Setiap Perempuan tentu Cantik, Tetapi 10 Hal Ini akan Membuat Kecantikannya Semakin Berharga

Sebagian besar orang menganggap kecantikan adalah segalanya. Penampilan memang penting. Tetapi konteks penampilan bukan hanya kecantikan, melainkan juga tingkah laku dan juga hal lain yang menunjang penampilan seorang Perempuan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang membuat kecantikan bukan lagi hal paling penting untuk dimiliki oleh seorang Perempuan.

1. PENTING UNTUK PEREMPUAN  JUJUR DALAM BERKATA DAN BERTINDAK

Kejujuran mahal harganya. Itu kata yang cocok untuk menggambarkan nilai sebuah kejujuran. Bahkan mungkin tidak ada nilai yang mampu menggambarkan betapa berartinya sebuah kejujuran.

2. MENJAGA TUTUR KATA BAGI PEREMPUAN PENTING, PEREMPUAN YANG PANDAI DALAM MENJAGA TUTUR KATANYA

Apa yang keluar dari mulutmu adalah pisau tajam yang akan melukai banyak orang jika tidak kamu jaga dengan baik. Banyak masalah muncul dari tutur kata yang salah. Karena itulah, Perempuan yang pandai dalam menjaga tutur katanya adalah Perempuan yang pantas disukai oleh banyak orang.

3. PEREMPUAN PERLU KECERDASAN KARENA KECANTIKAN TIDAK CUKUP DALAM MENJALANI KEHIDUPAN

Hidup di jaman modern saat ini, kecantikan tidak dapat menjamin kecerdasan seseorang. Jika kamu adalah seorang pria, Perempuan mana yang akan kamu pilih? Perempuan yang cerdas dalam menjalani hidupnya atau Perempuan yang pandai dalam berias saja?

4. KEULETAN ITU PENTING, CANTIK TANPA KEULETAN TENTU AKAN SIA-SIA SAJA

Perusahaan menerima karyawan bukan karena kecantikannya saja. Bagaimana dia dalam melaksanakan pekerjaannya menjadi point utama yang akan diperhatikan oleh atasan mereka. Cantik tanpa keuletan tentu akan sia-sia saja.

5. SANTUN TERHADAP ORANG LAIN AKAN MEMBUAT KECANTIKAN PEREMPUAN BERTAMBAH

Saat ini zaman sudah bergeser. Akan sulit kamu menemui Perempuan yang memiliki cukup sopan santun kepada orang yang lebih tua atau orang yang ada di sekitarnya. Perepuan yang yang sudah cantik, akan semakin bertambah cantiknya jika santun dalam bertindak. Banyak Perempuan yang memiliki riwayat pendidikan yang cukup bagus tetapi tidak memiliki sopan santun yang baik.

6. MENJADI DIRI SENDIRI  KARENA PEREMPUAN YANG MENJUNJUNG HARGA DIRINYA SENDIRI

Perempuan yang menjadi dirinya sendiri adalah Perempuan yang menjunjung harga dirinya sendiri. Dia begitu mencintai dirinya sendiri dan tidak mau menggunakan topeng apapun untuk menutupi siapa dia sebenarnya. Kamu yang menjadi diri sendiri adalah Perempuan yang dapat menghargai hidupnya sendiri dan tentunya bukan Perempuan yang munafik.

7. MEMILIKI JIWA PENOLONG KARENA ITU KAMU ADALAH SATU BUTIR EMAS DIANTARA SATU TON PASIR

Banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menolong sesama namun mereka tidak mau mengulurkan tangan untuk menjadi seorang penolong. Kamu hanya akan menemukan satu butir emas diantara satu ton pasir. Pernyataan itu pantas untuk mengumpamakan berapa perbandingan yang ada antara orang yang memiliki jiwa penolong dengan orang yang hanya mampu tanpa mau berbuat.

8. PEREMPUAN YANG BERTANGGUNG JAWAB ADALAH PEREMPUAN YANG MEMILIKI DAYA TARIK LEBIH

Tangung jawab merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh semua orang. Bagaimana bisa kamu dipercaya orang lain jika kamu tidak pernah bisa bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan. Karena itulah, Perempuan yang bertanggung jawab adalah Perempuan yang memiliki daya tarik lebih.

9. EGO PENTING TAPI TIDAK UNTUK DIPRIORITASKAN, HARUS BISA MENGIMBANGI EGONYA SENDIRI

Ego terkadang menjadi hal yang paling rawan saat tidak ada pengendalian yang baik dari si pelaku. Kamu akan terlihat lebih menarik saat kamu menjadi orang yang selalu berusaha untuk tidak mengutamakan ego di atas segalanya. Ego penting tapi tidak untuk diprioritaskan. Jadilah orang yang mampu mengimbangi orang di sekitar, bukan malah menjadi orang yang egois dan selalu ingin menang sendiri.

10. PEREMPUAN YANG BIJAKSANA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN AKAN AKAN TERLIHAT LEBIH MENARIK 

Perempuan yang bijaksana dalam mengambil keputusan akan terlihat lebih menarik daripada Perempuan cantik namun tak dapat mengambil keputusan dengan baik. Dia yang bijaksana dalam mengambil keputusan pasti memiliki cara brpikir yang lebih dibanding dengan Perempuan lain yang hanya bermodalkan make up di wajah.
Read more

Senin, 12 September 2016

Wahai Calon Suamiku, Jemput Aku Menjadi Bidadarimu .... Sebarkan, Agar DIA membacanya!!!


Untukmu Calon Imamku, yang tiada siapapun mengenali termasuklah diri ini, dirimu masih rahasia penciptamu, rahasia yang telah ditentukan untukku, yang perlu kusingkap dengan segunung taubat dan sepenuh sungguhan sujudku, cuma jambatan istikharah jua yang bisa merangkai rahasiaku ini.

Ketahuilah wahai mujahidku, mengetahui namamu tidak menjadi idamanku, apalagi untuk menatap wajahmu, menggeletar diri ini apabila terfikirkan azab Allah, justru diri ini amat bersyukur karena masih tidak ditakdirkan sembarang pertemuan antara kita, ku bimbang andai terjadi pertemuan itu sebelum lafaz akad darimu, sungguh kita menempuh siksaan Allah. Ya Tuhan kami lindungi kami.


Biar bertahun lama, yang ku tunggu bukan dirimu, tetapi yang ku tunggu adalah lafaz akad yang akan membimbing diri ini ke Jannah Allah.

Apalah artinya perasaan kasih yang bersemi untukmu calon suamiku andai maharnya bukan kemampuanmu untuk mendidikku menjadi mujahidah yang mencintai Dia lebih dari segalanya.

Tiada yang lebih bahagia bagiku calon suamiku, melainkan didikanmu yang akan membuat diri ini mencintai perjuangan menegakkan Dien ini, berikan ku sepenuh kekuatanmu dalam mendidik iman ku agar syahid ku damba, berikanku segala kasihmu jua agar sujudku kan tegar padaNya dalam memohon dikurniakan pada kita mujahid-mujahid yang akan menyambung perjuangan abah mereka.

Berikanku sepenuhnya sebagian hati yang kau sediakan untuk diriku, agar sebagian hati mu itu akan menjadi inspirasi padaku untuk menghantar satu per satu mujahid kita ke medan jihad.

Mungkin kau heran suamiku, mengapa diri ini hanya menginginkan sebagian hatimu dan bukan sepenuhnya?

Wahai calon suamiku, hatimu itu milik Rabbul Izzati, dan kumohon sebagian itu sebagai semangatku.

Wahai calon suamiku, dari awal sudah kudidik hati ini, bahwa dirimu bukan milikku tapi milik Allah, dan diriku hanya medan yang diciptakan-Nya untuk menyambung generasi jihad dari rahim ini.

Wahai calon suamiku, seadanya diri ini sekarang hanyalah dalam mujahadah, mentarbiyyah jiwa agar diriku bisa menjadi sayapmu mengenggam syahid.

Tolonglah bimbang diri ini andai ku gagal mendidik hati, karena yang kuimpikan adalah seorang pejuang untuk menyambung jihad yang terbentang dengan melahirkan para mujahid.

Wahai calon suamiku, walau dimana jua dirimu dan siapa jua dirimu, yang pasti bersama kita mendidik hati mencintai syahid demi ridha-Nya, sebagai hamba yang menikmati karunia yang tidak terkira dari Rafi’ul A’la, bersamalah kita bersyukur, bersyukur dengan mencintai Dia lebih dari segala isi dunia dan dunia ini, karena hilang arti pada sebuah kehidupan andai cinta dari Allah tidak kita balas, andai cinta sementara bisa
melukakan hati, maka sepatutnya hati-hati kita robek sudah karena gagal membalas segunung cinta dari Dia yang Maha Esa.

Semoga semuanya terjawab dalam sujud yang kita labuhkan demi ridha-Nya, biarlah seribu malam berlalu tapi pastikan ia berlalu dengan alunan sendu dalam sujud kita diatas lembaran tahajjud, karena aku makin mencintaimu.
Read more

Jumat, 09 September 2016

Jika Kamu Takdirku, Akan Datang Di Waktu Yang Tepat Nantinya

Untuk kamu, Yang selalu ku tulis dalam buku penantianku, selalu ku sebut dalam setiap doa ku dan yang selalu aku kagumi dalam diamku.

Jika Kamu Takdirku, Akan Datang Di Waktu Yang Tepat Nantinya
Mungkin kini kamu sedang sibuk dengan dunia mu, begitu pun aku yang yang sedang sibuk dengan dunia ku. Aku hanya berharap  semoga ALLAH SWT lancarkan segala yang kita sedang jalankan saat ini .

Karena ku yakin takdir ALLAH SWT itu nyata, walau kita dipisahkan oleh jarak saat ini. Jika kamu takdir ku akan datang di waktu yang tepat nantinya.

Jadi, sekarang ini tugas kita adalah memperbaiki diri kita masing-masing dengan cara kita masing-masing. Hingga pada waktunya kelak kita akan di pertemukan dengan hasil perubahan yang telah kita lakukan menuju hal yang lebih baik. Sehingga tak ada lagi keraguan yang kita rasakan. 
 
Biarkan rindu ini kusimpan baik-baik dalam hati. Entah sampai kapan biar Allah SWT yang mengatur untuk saat nya nanti kita akan bertemu.

Cukup, Rasa ini hanya ku tuangkan dalam tulisan ini .Semoga kau dapat merasakannya. Hingga saatnnya nanti akan ku sampaikan secara lisan rinduku ini padamu.
Read more

Rabu, 07 September 2016

Wahai Rindu, Akan Aku Jaga Cinta Ini Untuk Menyempurnakan Imanku

Duhai Rindu, Akan Aku Jaga Cinta Ini Untuk Menyempurnakan Imanku
Aku di sini masing menunggu, tetap menunggu, dan terus menunggu. Menunggu hadirmu untuk menyempurankan sebagian dari pada agama yang masih kau simpan. Terkadang sempat aku bertanya dalam hati, apakah kau nyata dan benar-benar akan datang. Atau hanya sebatas nama yang hanya ada dalam doa, tanpa ada wujudnya di dunia.


Duhai rindu, apakah aku disini masih belum pantas dan harus terus memperbaiki diri. Duhai rindu, apakah dia masih malu untuk bertemu dengan keadaanku yang seperti ini. Duhai rindu, apakah dia juga sama mencari dan memperbaiki diri seperti aku disini. Duhai rindu, bisakah kau sampaikan padanya kalau aku akan setia menunggu.

Akan aku jaga cinta yang telah Allah anugrahkan. Akan aku jaga aurat sebagai salah satu kewajiban, karena ini adalah hakmu yang nantinya akan menjadi suamiku. Semoga aku tidak salah untuk jatuh cinta, tidak mudah untuk meyakini cinta yang belum ada ikatan resmi. Karena aku tidak mau patah hati, jadi pertemukan aku dengan jodohku saja.

Tidak usah seseorang yang sempurna, bukankah kita dipersatukan untuk saling menyempurnakan satu sama lain. Tapi jangan pernah berhenti untuk memperbaiki diri, karena anak kita butuh sosok seorang ayah yang tangguh, lebut, dan memiliki iman yang kuat.

Kita saling memperbaiki diri, untuk sama-sama memantaskan dan semoga segera dipertemuakan. Kita memperbaiki diri, untuk seorang penerus yang nantinya akan Allah amanahkan kepada kita. Kita memperbaiki diri, karena tidak akan ada manusia yang sempurna tanpa proses membenahi diri.

Duhai rindu, apaka ada namaku di setiap baris doa yang dia panjatkan?. Sedang sibuk apa dia sekarang, di mana, dan dengan siapa. jika ada waktu, tolong sampaikan padanya. Kalau ada seseorang yang sedang menunggu dalam rindu, berdoa supaya seceptanya dipertemukan, dan berharapa bisa saling menatap dalam keadaan halal.


Duhai rindu, sebenarnya aku malu untuk mengatakan kalau aku benar-benar rindu. Tapi semoga dia bisa merasakan, walau kita tidak saling tau kalau ada rindu yang tertanam untuk sebuah ikatan. Tapi ini adalah rahasia, antara aku dan Allah bersama rindu. 
Read more

Selasa, 06 September 2016

Subhanallah! Ternyata Menikahi Janda Bikin Bahagia dan Full Pahala



Nikah dengan j4nda Buat Bahagia serta Fulll Pahala. Menikah dengan j4nda mungkin saja saja saja tidaklah hal yang aneh lagi di zaman sekarang ini. Karena telah cukup banyak masalah yang berjalan. Baik mereka yang cerai melalui langkah sah ataupun tidak atau yang tidak cerai namun ditinggal oleh suami tidak ada berita.

Menikah dengan j4nda memang dibutuhkan kesiapan ekstra, tidak cuma materi namun sikap dewasa harus lebih tinggi.

Walaupun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam merekomendasikan sebagian pria untuk lebih memprioritaskan p3r4wan untuk dinikahi, tidaklah bermakna beliau melarang seseorang pria menikah dengan j4nda.

Bukankah istri beliau juga j4nda?

Nah, untuk anda sebagian pria yang belum menikah, jangan sampai cuma perhatiin p3r4wan terus-terusan, j4nda juga menghadirkan banyak barokah lho. Itu disini faedah menikah dengan seseorang j4nda.

1 Segi dari Meneladani Rasul
Tentu sudah jelas bila cerita Rasulullah, beliau juga menikah dengan j4nda. Apabila ini disangka sebagai kebaikan, tentu menikah dengan seorang j4nda untuk kita juga insyaALLAH.

2. j4ndaYakni Anugerah
Mungkin saja saja memang agak berat perasaan mengemukakan j4nda yakni anugerah, Lewat cara sebagian orang pasti beranggapan j4nda yakni satu musibah, j4nda yakni hukum karma dan lain sebagainya.

Tetapi tidak j4nda seperti itu, ada juga j4nda yang memang peroleh ujian dari ALLAH Swt, sisi dari cobaan iman dan segi dari menambahkan kedekatan dengan ALLAH SWT. Jadi j4nda tidak sepenuhnya musibah, j4nda juga yaitu anugerah, takdir serta gelar yang diperoleh ALLAH SWT.

3 j4nda  Lebih Berpengalaman
Tentu apabila seorang yang bergelar j4nda, berarti orang itu sudah menikah dan mempunyai pengalaman dalam pernikahan. Manis, asam dan pahitnya rumah tangga sudah ia rasakan.

Tentang ini juga yang buat seorang j4nda akan banyak belajar dari pernikahan lebih dahulu. Ia makin lebih siaga dalam hadapi masalah rumah tangga.

4 j4nda Punyai Semangat Baru
Apabila dalam pernikahan lebih dahulu ia telah gagal, berarti ia akan merasa sukai dan mempunyai semangat baru dalam pernikahan yang kemudian. Terasanya ia punyai daya yang baru, seperti baterei full yang siap pakai.

Bukan hanya itu saja, j4nda bakal punyai pengalaman dalam hal mengurus anak, mengurus rumah dan paling penting bagaimana meengurus suaminya.

5 j4nda Akan Lebih Dewasa
Memang dewasa tidak bisa diukur dari usianya, tidak bisa dilihat dari berapakah lama ia berumah tangga, tetapi dewasa bisa dilihat dari tingkah laku dan pengalamannya. Lewat cara j4nda punyai pengalaman, pasti ia tumbuh bijak dan lebih lebih dewasa dalam menggapi semua sikap.

6 Banyak Pahala
Apabila j4nda  itu mempunyai seorang anak, berarti anak itu yakni seorang anak yatim dan akan banyak pahala untuk kita apabila menginginkan mengurus dan melindungi anak yatim itu.

Jadi, j4nda tidak kalah dengan p3r4wan, memang p3r4wan lebih menggoda tetapi j4nda bisa buat hidup bahagia full pahala.

Masih tetap ragukah dengan seorang j4nda ? jangan sampai anda cuma hanya membaca saja,,tolong dibagikan jika anda mempunyai kerendahan hati untuk membagikan tautan ini....semoga allah membalas semua kebaikan anda...trimakasih!!
Read more

Jika Kita Tidak Bertakdir, Lewat Tulisanlah Aku Dapat Membicarakanmu Secara Utuh

Jika Kita Tidak Bertakdir, Lewat Tulisanlah Aku Dapat Membicarakanmu Secara Utuh
Langit masih cerah. Seperti warna kemejamu hari ini. Mengingatkanku pada rutinitas kita akhir-akhir ini. Bertemu dalam ruang bicara, menyampaikan aspirasi, bertukar cerita. Diam-diam aku memperhatikanmu dari jauh. Menatapmu lekat-lekat, tapi aku tidak berani mengarahkan pandanganku di kedua matamu. Dua bola matamu itu yang harus kuhindari, seolah mengandung aliran listrik dua ribu volt. Sebisa mungkin aku berusaha tidak ketahuan olehmu.


"Bagaimana pendapatmu, Nis?" tanya seorang kawan di sebelahku. Lina namanya.

Aku yang sedari tadi tidak begitu memperhatikan diskusi yang berlangsung ruang bicara menjadi kikuk.

"Eh, pendapatku?" jawabku.

Kini satu ruangan menatap padaku. Termasuk dirinya. Mereka semua terdiam seolah menanti jawaban dari mulutku.

"Ohya, kalau menurutku sih... Bla bla bla"

Diskusi hari itu berjalan hangat. Sebab matahari itu ada di sini.

Kamu seringkali bertanya, mengapa aku betah berlama-lama di sini. Duduk di tepian danau kampus, sendirian. Menatap jauh ke depan, kadang mengawang. Aku jadi bingung, ternyata dirimu begitu memperhatian detail bagaimana dan apa yang aku lakukan. Yah, mungkin hanya sebatas perhatian dari seorang teman. Berbeda jika kita sama-sama tidak mengenal, akan sangat mungkin pembicaraan kita saat ini tidak terjadi.

Semakin lama, semakin menjadi tidak wajar. Perasaan yang aku miliki jadi berlebihan. Tiba-tiba aku memikirkan tentang kita. Entah sejak kapan ada harap yang muncul dari hatiku. Diam-diam aku menyebut sebuah nama dalam doaku.

Aku selalu khawatir dengan perasaan yang kumiliki. Apakah kamu menyadarinya atau tidak? Kekhawatiran itu makin menjadi kala aku menyadari bahwa aku hanya perempuan biasa. Aku tidak mungkin menyatakan bahwa aku siap untuk kamu ajak berjuang, meski aku ingin. Aku tidak bisa menjelaskan padamu apa sebenarnya maksudku.

Dibalik kata-kataku, mengalir dengan sendirinya perasaan itu. Entah kamu menyadarinya atau tidak. Lewat tulisanlah aku dapat membicarakanmu secara utuh. Dengan cara itu aku menuliskan harapku, entah kamu setuju atau tidak.
Lewat doa-doa yang kuucapkan dan kutuliskan, apakah kamu sudah menerima sinyal tersebut? Aku khawatir jika orang lain yang menangkap sinyal itu, kemudian ia lebih bergegas daripada dirimu. Saat kamu terlambat, aku tak tahu. Takkan pernah tahu apa warna kemeja yang kamu kenakan hari ini. Sebab aku, sudah terlanjur bersama yang lain.

Read more