Tampilkan postingan dengan label Keluarga Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Muslim. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2016

Muslimah Harus Tahu, Inilah Doa Untuk Terhindar Dari Perbuatan Zina



Derasnya arus globalisasi membuat seseorang kesulitan membentengi diri. Hal positif bisa diraih namun negatifnya tidak kalah banyak. Perbuatan zina menjadi salah satu dampak negatif yang muncul dari sekian banyak dampak lain yang terjadi.

Perempuan dan laki-laki kini susah dibatasi. Tidak jarang kedekatan hubungan menjadi jalan untuk melakukan perbuatan zina. Berdalih atas nama cinta, zina seperti tindakan yang dianggap halal. Padahal dosanya teramat banyak dan siksa di akhir nanti begitu pedih.

Namun Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar terhindar dari godaan zina. Doa ini dibacakan Rasul ketika seorang pemuda datang kepadanya dan meminta izin untuk melakukan perbuatan yang buat Allah SWT cemburu tersebut. Seperti apa doanya? Berikut ulasannya.

Zina merupakan perbuatan yang sangat dibenci Allah. Hukumannya tidak hanya di akhirat. Saat masih di dunia, pelaku zina akan mendapat hukuman berat. Dimana, bagi pezina yang belum menikah, mendapat hukuman 100 kali rajam dan dibuang ke daerah terpencil selama satu tahun. Sementara bagi mereka yang sudah menikah, mereka dirajam sampai mati.

Namun pada zaman kini, tindakan tercela ini sudah banyak terjadi. Lihatlah bagaimana penuhnya mobil aparat ketika melakukan razia penertiban penyakit masyarakat. Atau, banyaknya pasangan tertangkap razia yang  ditemukan dalam satu kamar dan tanpa ikatan pernikahan. Memang, derasnya perkembangan teknologi dan modernisasi seolah mengikis nilai-nilai agama.

Jika tidak menggoda, mungkin saja manusia yang tergoda untuk melakukan perbuatan ini. Iman yang teguh dan kuat sangat penting agar tetap kokoh dalam jalan yang lurus. Namun syetan tidak akan tinggal diam untuk melakukan segala upaya agar Bani Adam melakukan tindakan ini. Namun, Allah SWT membekali manusia dengan doa ini agar terhindar dari zina. Doa ini dibacakan oleh Rasulullah SAW saat seorang pemuda yang tergoda berzina mendatanginya.


Hadist riwayat Ahmad 5/256-257, dari Abi Umamah ra berkata bahwa pada suatu hari datang seorang pemuda yang meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk berzina.  Orang sekelilingnya berpaling kepadanya kemudian marah dan melarangnya melakukan itu. Namun Rasulullah SAW dengan

lembut menasehati pria tersebut. Berkata (Rasulullah SAW): “Bawakan dia dekat denganku”. Maka pemuda itu telah mendekati Baginda SAW.

(Abu Umamah) berkata: maka (pemuda itu) telah duduk (dekat dengan Rasulullah SAW).

Rasulullah SAW mula bersabda: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada Ibumu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada ibu-ibu mereka”.

Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada anak perempuanmu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada anak-anak perempuan mereka”.

 Rasulullah SAW mula bersabda: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi bibi-bibimu, saudari ayahmu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada bibi-bibimu”.

Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada bibi-bibimu, saudari ibumu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada bibi-bibi mereka mereka”.

Abu Umamah berkata: Maka Rasulullah SAW meletakkan tangannya di atas pemuda itu, lalu berdoa: “Allahummaghfir zanbahu, wa tohhir qalbahu, wa hassin farjahu” Artinya ("Ya Allah ampunkanlah dosanya, bersihkanlah/sucikanlah hatinya (dari memikirkan sesuatu maksiat), dan jagalah kemaluannya (dr melakukan zina)"

Selepas itu, pemuda itu tidak lagi memandang sesuatu (yg berupa maksiat (terutama zina), natijah maqbulnya doa Nabi SAW).  (HR Ahmad 5/256-257, Dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Kitab Al-Silsilah Al-Sahihah 1/645)

Untuk membentengi diri dari perbuatan dosa tersebut, maka disunnatkan untuk membaca dan membacakan doa ini bagi anak-anak/adik-adik yang masih kecil, agar dewasanya nanti bisa terhindar dari godaan zina dan boleh juga doakan untuk diri sendiri, tukar kata ganti nama sebagaimana berikut:


Untuk anak/adik laki-laki
 “Allahummaghfir zanbi, wa tohhir qalbi, wa hassin farji”

Untuk anak/adik perempuan:
“Allahummaghfir zanbaha, wa tohhir qalbaha, wa hassin farjaha”

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan terimakasih sudah membaca. Silahkan bagikan agar banyak yang mengetahuinya.
Read more

Kamis, 23 Juni 2016

Baca Doa Sakti Ini Agar Suami Setia, Tidak Tergoda Selingkuh dan Tidak Kawin Lagi

Dakwahislam - setiap Istri tentu ingin mendapatkan suami yang setia?
Bahkan jika harus memilih, istri tentu rela tidak memiliki banyak harta namun suami setia, dibanding bergelimang kekayaan akan tetapi suami mendua. Semoga kita diberikan suami yang setia .. Aamiin
 Baca Doa Sakti Ini Agar Suami Setia, Tidak Tergoda Selingkuh dan Tidak Kawin Lagi
Namun, tiada pernikahan yang berjalan mulus seperti yang diimpikan, ada saja ujian dibahtera rumah tangga. Termasuk ujian saat suami mulai tergoda dengan wanita lain. Permasalahan ini menjadi pemicu utama keributan dalam rumah tangga. Bahkan tidak jarang berujung dengan perceraian.
***
Istri tentu wajib waspada dengan ujian yang satu ini. Ternyata ada cara yang bisa dilakukan oleh istri agar suaminya tidak tergoda dengan wanita. Doa apakah yang harus dibaca tersebut? Berikut informasi selengkapnya.
Memiliki suami yang gemar melakukan kebiasaan buruk atau maksiat seperti berjudi, mabuk dan bermain perempuan membuat banyak istri yang tidak betah dan lebih memilih untuk mengajukan cerai agar mendapatkan kehidupan dan pasangan yang lebih baik.
Menghadapi suami yang gemar berbuat maksiat dan gampang tergoda wanita lain memang bukan perkara mudah bagi seorang istri. Meskipun demikian, sebagai seorang istri perlu memiliki kesabaran ekstra dan konsistensi dalam memberikan nasihat kepada sang suami.
Padahal sebenarnya, ketika suami memiliki sifat demikian seharusnya istri bisa berperan sebagai penolong untuk menyadarkan pendamping hidupnya itu. Hal ini tentu saja bertujuan agar sang suami bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Pergunakanlah waktu yang ada bersama suami untuk saling mengenal lebih dekat, selalu terbuka dalam setiap kesempatan untuk mengemukakan perasaan masing-masing. Jika hal ini dapat dilakukan, maka sang istri mampu mengarahkan dan membangkitkan suami dari keterpurukan dosa dan membuatnya menjadi sosok suami yang lebih baik lagi.
Selain itu, jangan pernah melupakan untuk senantiasa mendoakan suami tercinta agar terhindar dari godaan wanita lain dan perbuatan maksiat. Jangan pernah bosan untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk kehidupan rumah tangga menjadi lebih baik lagi.
Oleh karena itu, bacalah doa ini setiap saat, terutama setelah melaksanakan shalat:
“Allahumma innaa nas-alukat taubata wa dawaamahaa wa na’uudzu bika minal ma’shiyyati wa asbaabihaa wa dzakkirnaa bil khaufi minka qabla hujuumi khatharaatihaa wahmilnaa ‘alan najaati minhaa wa minat tafakkuri fii tharaaiqihaa wamhu min quluubinaa halaawata majtanainaahu minhaa wastabdilhaa bil karaahati lahaa wath thama’i limaa huwa bidhiddihaa.”
Artinya: “Wahai Allah, kami memohon kepada-Mu petunjuk sehingga kami senantiasa bertaubat atas segala dosa dan kesalahan kami. Dan aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan maksiat dan sebab-sebabnya, dan jadikanlah kami selalu ingat kepada-Mu, sebelum datangnya hasrat untuk berbuat maksiat yang penuh bahaya. Selamatkanlah dengan adanya perasaan benci selalu terhadap perbuatan maksiat serta terbitkanlah dalam hati kami adanya rasa loba untuk berbuat sebaliknya.”

Demikianlah tadi  doa yang dibaca agar suami tidak tergoda wanita lain dan terhindar dari maksiat. Sebagai seorang istri, sudah selayaknya selalu mendoakan suaminya agar mendapatkan kebaikan di dalam rumah tangga. Selain itu, dengan senantiasa berdoa akan membuat hati menjadi lebih tenang karena selalu ingat kepada Allah SWT. Aamiin
Read more

Wahai Suami Belailah Kepala Istrimu dan Do'akanlah Dengan Do'a Ini, Rumah Tanggamu akan penuh berkah Dan Bahagia

Dakwahislam - SIKAP romantis dari sang suami untuk istri perlu untuk dilakukan. Hal ini berguna demi kelangsungan rumah tangga yang harmonis. Suasana romantis dapat diciptakan dalam momen-momen apa pun. Baik itu ketika menonton televisi, bersantai di teras rumah atau pun ketika akan menjelang tidur. Yang pasti ketika keduanya sedang berada di tempat dan waktu yang sama.
Wahai Suami Belailah Kepala Istrimu dan Do'akanlah Dengan Do'a Ini, Rumah Tanggamu akan penuh berkah Dan Bahagia


Hal romantis bukan hanya dengan cara mengucapkan kata-kata yang indah saja, tapi menggunakan perilaku juga bisa. Salah satunya ialah membelai kepala sang istri. Istri akan merasa senang jika suami membelai kepalanya dengan penuh kelembutan. Ini membuktikan bahwa suami sangat menyayangi dan mencintai istrinya.

Rasulullah SAW menyarankan agar
ketika suami membelai kepala sang istri mestilah sambil berdoa. Seperti terdapat dalam sabdanya,

“Jika salah seorang dari kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak, maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya sambil menyebut nama Allah Azza wa Jalla dan berdoa untuk keberkahannya, dengan membaca,
  ‘Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau ciptakan padanya’.”
Seperti itulah doa yang dapat dibaca oleh suami ketika membelai kepala sang istri. Dengan begitu, keromantisan yang diciptakan di antara keduanya akan terasa penuh berkah karena didasari atas cinta karena Allah. Segala sesuatunya diserahkan kepada Allah. Sehingga, insya Allah rumah tangga yang seperti inilah yang akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Wallahu ‘alam.
Read more

Jumat, 03 Juni 2016

Wajib Tahu: Jangan Lakukan Ini Saat Berhubungan, Meski Sudah Sah Menjadi Suami Istri

Dakwahislam - Meski Sudah Menjadi Suami Istri yang Sah, Jangan
Lakukan Ini Saat Berhubungan
Wajib Tahu: Jangan Lakukan Ini Saat Berhubungan, Meski Sudah Sah Menjadi Suami Istri 
1. Masuk Lewat Jalur Belakang
Artinya seorang suami tidak diperbolehkan untuk menggauli dengan melalui dubur sang istri. Allah pun melaknat perbuatan orang yang melakukan hal tersebut.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Benar-benar terlaknat orang yang menggauli istrinya di duburnya.” (HR Ahmad dengan sanad Hasan)

2. Merapat Di Lapangan Merah
Maksud perkataan siraman tersebut adalah larangan bagi seorang suami untuk menggauli sang istri pada masa haidnya. Al Quran sendiri menyatakan bahwa haid merupakan darah kotor dan haram hukumnya bagi seorang suami melakukan hubungan pada masa itu.
Rasulullah pun memberikan penjelasan terhadap firman Allah tersebut dalam hadistnya.
“Barang siapa yang menggauli wanita haid atau menggauli wanita di duburnya, maka ia

telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu A’laihi Wasallam.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
3. Merapat Pada Lapangan Merah Kedua
Maksudnya adalah selain haram mendekati istri pada masa haid, seorang suami juga dilarang menggauli istrinya pada masa nifas. Nifas adalah masa keluarnya darah setelah melahirkan.
Adapun darah yang keluar saat nifas sama dengan haid yaitu sama-sama kotor dan menjadikan seorang wanita terkena hukum hadast besar dan wajib mandi besar setelah berakhirnya.

4. Melakukan Oral S*ks Tanpa Batasan
Beberapa ulama memperbolehkan pasangan suami istri melakukan hubungan secara oral s*ks. Namun tentunya ada batasan yaitu selama hal tersebut hanya sebagai sebuah pemanasan dan tidak menelan madzi yang dianggap sebagai suatu najis oleh para ulama.
Sementara itu ada juga ulama yang melarangnya dengan alasan takut jika madzi tertelan dan perbuatan tersebut juga dirasa kurang terhormat.
Akan tetapi secara umum, para ulama sepakat untuk melarang oral s*ks tanpa batasan, bahkan menelan madzi.

5. Menelan Madzi Atau Sperma
Meski anggap bukan najis dan berbeda dengan madzi, namun sperma yang keluar dari seorang suami haram tertelan. siraman. Apalagi madzi yang sudah jelas najis dan harus dijauhi.

Demikian beberapa hal yang harus para suami istri ketahui karena sesungguhnya syariat yang Allah buat tidak hanya semata-mata tentang ibadah ataupun muamalah saja. Melainkan mencakup segala hal, bahkan pada hal yang tabu sekalipun untuk dibicarakan. Wallahu A’lam
Read more

Selasa, 31 Mei 2016

Inilah 8 Ciri-ciri Anak yang Dekat dengan Ayahnya, No. 8 Sudah Banyak Terlihat

Dakwahislam - Seperti apa sih anak yang dekat dengan sang ayah.
Memang ada? Berikut adalah beberapa tanda-tanda jika anak kita memiliki kedekatan yang erat dengan sang ayah:

Inilah 8 Ciri-ciri Anak yang Dekat dengan Ayahnya, No. 8 Sudah Banyak Terlihat

1. Sering mencari ayahnya
Anak anda sering bertanya, bapak ke mana? Bapak, dimana? Pertanyaan anak tersebut menandakan jika dia tak mau kehilangan atau jauh dari sosok yang sangat dicintainya yakni ayah mereka. 

2. Menunggu-nunggu kedatangan ayahnya
Anak anda begitu risau jika ayahnya belum sampai rumah? Padahal ayahnya masih di kantor atau bepergian ke luar kota. Jika anak anda berharap-harap ayahnya segera sampai di rumah atau bolak balik bertanya;  ayah pulang jam berapa? Ayah kapan pulangnya? Atau minta ponsel untuk menelepon ayahnya, jika anak sudah bisa menulis dan membaca, menguasai teknik menulis pesan via line, bbm, mesenger, maka anak akan lebih sering menanyakan ;ayah sedang apa, ayah lagi apa, serta mengajak chatting ayahnya. Itu merupakan signal anak tak mau berlama-lama berpisah dengan ayahnya.
 
3. Sangat ekspresif dan senang luar biasa menyambut ayahnya
Suami anda pulang kantor eh baru terdengar deru kendaraannya saja, si kecil sudah sangat gembira, meloncat-loncat, senang bukan kepalang. Ayah bunda tahu nggak, anak tidak sedang melakukan drama atau memenuhi tuntutan skenario sebuah sinetron lho ya, namun betul-betul ekspresi yang sebenar-benarnya. Bahwasana dia (anak) merasakan kebahagiaan berjumpa kembali dengan ayahnya, setelah seharian tidak ditemui ayahnya di rumah. 

4. Ayah menjadi sosok idola
Pernah bertanya pada anak atau ketika ada teman/keluarga bertanya pada anak , kamu anaknya siapa? Lantas anak menjawab; anak ayah! Jangan langsung ditegur atau dimarahi, jawaban itu menandakan bahwa  ayah adalah denyut nadinya, sampai-sampai saat ada yang bertanya anak siapa, anak spontan menjawab "anak ayah". Atau manakala ditanya tentang cita-citanya, anak akan menjawab dengan pedenya " ingin seperti ayah". Ayah yang tiap pagi berangkat ke kantor, atau dinas dengan seragam kenegaraan yang di mata anak begitu gagah dan sempurna, akan menjadi cermin bagi dirinya, bahwa ayahnya adalah potret yang hebat dan kuat. 

5. Paling senang bermain ditemani oleh ayah
Sering menjumpai anak begitu antusias dan sangat ceria ketika bermain bersama ayahnya? Anak yang dekat dengan ayah selalu ingin berlama-lama bermain bersenda gurau dengan ayah, tanpa ada bosannya walaupun terkadang ayahnya capek pulang kerja, namun namanya anak yang ada dalam pikirannya adalah dia ingin selalu di samping ayahnya, bermain apa saja, sebab bagi anak, ayah adalah teman yang paling asyik dan penuh kehebohan. 

6. Ingin selalu ikut ayahnya, kemanapun ayahnya pergi
Melihat sepintas ayahnya keluar rumah, eh anak langsung bergegas, memanggil-manggil dan merengek minta ikut? Itu salah satu alarm bahwa anak betul-betul berjalinan kuat dengan ayahnya alhasil anak maunya lengket terus sama ayahnya. Sulit dan tak mudah bagi anak melepas ayahnya pergi ke luar rumah tanpa dirinya ikut bersamanya. 

7. Ayah sumber rujukan belajar anak
Ketika anak sedang mengerjakan PR
atau belajar, anak kerap menanyakan perihal mata pelajaran yang tidak dimengerti, ke ayahnya? Dalam pandangan anak, ayah adalah orang yang memiliki kemampuan di segala bidang. Anak menganggap ayahnyalah yang mampu menghandle dirinya, tak terkecuali dalam  pelajaran di sekolah yang kurang atau tak dimengerti oleh anak. 

8. Menceritakan segala aktifitasnya ke ayah
Anak yang dekat dengan ayah tak sungkan menceritakan apapun kepada sang ayah. Tentang teman-temannya di sekolah, tentang pelajaran yang paling disukai, guru yang mengajar di kelas, kegiatan ekstra, dan sebagainya. Bagi anak ayah adalah pendengar dan pemerhati dirinya yang paling enak diajak kerjasama dalam hal apapun. Termasuk mendengarkan setiap cerita baru yang dibawa oleh si anak. 

Nah, sahabat itu antara lain ciri-ciri anak yang memiliki hubungan yang akrab dan dekat dengan ayah.
Read more

Senin, 23 Mei 2016

Muslimah.. Jangan Ucapkan 7 Kalimat Ini Kepada Suamimu,Dia Bisa Sangat Murka!!

Dakwahislam - Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati,” begitulah
kata almarhum Meggy Z. Lirik lagu itu seperti menyiratkan bahwa lelaki sama juga seperti wanita. Mereka punya perasaan meski para ahli kejiwaan mengatakan para pria lebih banyak menggunakan akal daripada perasaannya.

Muslimah.. Jangan Ucapkan 7 Kalimat Ini Kepada Suamimu,Dia Bisa Sangat Murka!!

Sakit hati memang tidak mengenakkan, apalagi jika sumbernya adalah orang yang kita cintai. Kalau tidak kenal sih akan lebih mudah, karena para pria akan menyerang balik orang itu dengan umpatan atau menyerang secara fisik.

Suami akan merasakan sakit hati ketika Anda mendadak berubah menjadi ‘Mak Lampir’ yang mengerikan saat mengatakan kata-kata yang tidak disukainya. Beberapa suami mungkin hanya memendam perasaan sakit hati mereka, sehingga para istri tidak menyadari di mana letak kesalahan mereka.

Rumah tangga Anda ibarat badai yang tak mau berlalu? Mungkin Anda telah mengucapkan kata-kata berikut yang membuat si dia sakit hati.

INILAH 7 kata-kata istri yang lebih tajam daripada pedang, dan bisa sangat menyakiti suami...

1. ”Pendapat ibuku tentang kamu ternyata benar”

Mengucapkan kata-kata itu sama saja dengan berterus terang bahwa Anda (dan ibu Anda) beranggapan bahwa dia bukan suami yang baik. Ia akan berpikir bahwa Anda telah membuka aibnya dan menceritakan hal-hal buruk tentang dirinya pada ibu Anda. Harga diri suami akan terluka, begitu pula hatinya.

2. “Kenapa kamu nggak belikan aku kalung mahal seperti punya tetangga kita?”
Suami Anda telah bekerja membanting tulang seharian dan kita tak tahu apa yang mereka hadapi di tempat kerja (kecuali kalau ia menceritakannya pada Anda). Perkataan Anda di atas akan membuatnya sakit hati karena Anda seolah tidak bahagia dengan apa yang telah ia berikan untuk Anda.

3. “Kamu nggak becus jadi ayah”

Seisi dunia mengagungkan cinta ibu kepada anaknya, namun cinta ayah seolah terlupakan. Jangan omeli suami tak becus mengasuh anak hanya karena ia tak tahu di mana diaper disimpan, atau karena ia tak bisa menenangkan tangisan bayi Anda berdua. Lebih-lebih lagi jika Anda mengatakan kata-kata terlarang ini di depan anak Anda yang lainnya.

4. “Kalo kamu sayang aku maka …”

Suami Anda menolak membelikan sepeda motor baru dengan alasan kondisi keuangan sedang tidak menentu. Lalu Anda ngambek dan bilang, “Papa sudah nggak sayang aku lagi.” Anda sama saja dengan meragukan kasih sayang suami pada Anda setelah sekian lama menikah hanya karena masalah sepele.

Bukan hanya sakit hati, suami bisa benar-benar tak cinta lagi jika Anda terus menggunakan kata-kata ini setiap Anda menginginkan sesuatu darinya.

5. “Kamu seperti ayahmu” atau “Ibumu cerewet banget sih”

Menikah bukan hanya mengikat dua insan yang saling mencintai, namun juga kedua keluarga mereka. Itulah yang selalu diajarkan Ibu kepada saya. Mengatakan hal-hal buruk tentang ayah atau ibu mertua membuat suami merasa kecewa, karena siapapun pasti marah jika orangtua mereka dijelek-jelekkan. Anda juga ‘kan?

6. “Kamu selingkuh ya?”
Jangan pernah mengatakan kata-kata ini kepada suami kecuali Anda punya bukti. Bagaimana jika ia ternyata tidak selingkuh? Suami pasti akan sakit hati saat mengetahui Anda tidak mempercayai ketulusan cintanya.

7. “Mantanku lebih baik darimu”Inilah kalimat paling kejam dan jangan sekali-kali Anda mengatakannya pada suami. Apa? Sudah pernah? Yah kalau begitu jangan diulangi lagi ya, Bun. Sudah berkali-kali kami tekankan, para lelaki tidak suka dibanding-bandingkan dengan lelaki lain. Hal itu hanya akan menciderai rasa bangga, kepercayaan dan kehormatan dirinya. Jika mantan Anda lebih baik, mengapa Anda memilih dia?

Bunda, suami Anda memang kadang tampak cuek dan menyebalkan, namun ia juga manusia. Bersediakah Anda mencintai dan membuat dirinya merasa berharga kini dan nanti? Ia telah menyerahkan hatinya pada Anda dan nasib hati itu sekarang terletak di tangan Anda.

Semoga bermanfaat...
Read more

Mana yang Harus Di Utamakan? Menafkahi Istri Atau Ibu Kandung Terlebih Dahulu ? ini jawabannya

Dakwahislam - Mana yang Harus diutamakan? Menafkahi ISTRI?
Ataukah IBU KANDUNG?


Mana yang Harus Di Utamakan? Menafkahi Istri Atau Ibu Kandung Terlebih Dahulu ? ini jawabannya
 Assalamualaikum wr. Wb.
Ustad/ustdzah saya Iva, wanita dan sudah menikah. Saya bekerja dan memiliki anak 1 masih balita. Saya ingin bertanya, bagaimana islam memandang apabila dalam rumah tangga istri harus memenuhi kebutuhan sendiri & anak, dikarenakan suami harus membyar cicilan pinjaman di bank & memberikan nafkah ke ibunya, sedangkan ibu mertua mampu & msih dapat nafkah dari bapak mertua & dari kakak ipar setiap bulannya.

Suami takut ibunya marah jika tidak dikasih. Jadi suami tidak bisa menafkahi istri dan anak. Apakah dalam islam berdosa ustad/ustdzah ? Apakah islam memandang apabila tidak memberi nafkah ke ibunya, suami saya berdosa ? Apakah tidak bisa memberi nafkah istri dan anak termasuk mendzalimi istri & anak ? Mana yang harus didahulukan istri & anak atau ibunya? Sblm menikah saya seorang yatim & saya juga msih menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi ibu saya dan adik saya sampai saat ini. Bagaimana islam memandang permasalahan ini, mhon jwabanya ustad/ustadzah. Sukron. Wassalam, 

Jawaban :

Assalamu alaikum wr.wb Alhamdulillahi Rabbil alamin. Washshalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba'du:

Dalam Islam jelas bahwa seorang suami bertanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Alquran surat an-Nisa ayat 34 dan al-Baqarah 233. Meskipun kondisi isteri mampu, berkecukupan, bahkan kaya, kewajiban untuk memberikan nafkah keluarga tetap menjadi tanggung jawab suami, kecuali kalau isteri ridha dg keadaan yang ada. Namun jika tidak, dan suami tetap
tidak mau memberikan nafkah kepada isteri dan anak, maka sang suami berdosa. Rasul saw bersabda, "Cukuplah seseorang mendapat dosa jika ia menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya."
Selanjutnya seorang suami memang dituntut untuk memberikan nafkah kepada isteri dan anak, serta kepada kedua orang tuanya jika mereka berada dalam kondisi membutuhkan dan kekurangan. Kalau suami bisa memenuhi kebutuhan mereka semua, maka wajib baginya untuk memenuhi.   islamberdakwah.com

Namun jika penghasilan atau hartanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan semua, maka harus ada prioritas. Yaitu yang harus didahulukan adalah isteri dan anak yang memang berada dalam tanggung jawab utamanya sebagai seorang suami. Hal ini berdasarkan sabda Rasul saw, "Mulailah dari dirimu dengan bersedekah (memberikan nafkah) untuknya. Lalu jika ada yang tersisa maka untuk keluargamu (isteri dan anakmu). Jika masih ada yang tersisa, maka untuk karib kerabatmu (orang tua, saudara dst), dan begitu seterusnya."

Imam an-Nawawi berkata, "Apabila pada seseorang berhimpun orang-orang membutuhkan dari mereka yang harus ia nafkahi, maka bila hartanya cukup untuk menafkahi semuanya, ia harus menafkahi semuanya, baik yang dekat maupun yang jauh. Namun apabila sesudah ia menafkahi dirinya, yang tersisa hanya nafkah untuk satu orang, maka ia wajib mendahulukan isteri daripada karib kerabatnya yang lain...(Raudhah ath-Thalibin).

Melihat pada kasus Anda, hendaknya suami mendahulukan yang menjadi kewajibannya, yaitu menafkahi isteri dan anak. Jika kondisinya benar-benar tidak mampu menafkahi ibunya, maka suami tidak berdosa karena Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Hanya saja, hal ini harus dibicarakan secara baik-baik disertai dg pemberian pemahaman. Kalau ibu masih tetap bersikeras untuk mendapat nafkah suami, sementara Anda sebagai isteri ridha demi untuk menjaga keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga, maka Anda mendapatkan pahala yang besar insya Allah. Namun jika tidak ridha, Anda berhak untuk menuntut suami.

Semoga Allah memberikan keberkahan dan jalan keluar terbaik bagi Anda sekeluarga.
Wallahu a'lam.
Wassalamu alaikum wr.wb.
Read more