Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2016

Jika Kamu Takdirku, Akan Datang Di Waktu Yang Tepat Nantinya

Untuk kamu, Yang selalu ku tulis dalam buku penantianku, selalu ku sebut dalam setiap doa ku dan yang selalu aku kagumi dalam diamku.

Jika Kamu Takdirku, Akan Datang Di Waktu Yang Tepat Nantinya
Mungkin kini kamu sedang sibuk dengan dunia mu, begitu pun aku yang yang sedang sibuk dengan dunia ku. Aku hanya berharap  semoga ALLAH SWT lancarkan segala yang kita sedang jalankan saat ini .

Karena ku yakin takdir ALLAH SWT itu nyata, walau kita dipisahkan oleh jarak saat ini. Jika kamu takdir ku akan datang di waktu yang tepat nantinya.

Jadi, sekarang ini tugas kita adalah memperbaiki diri kita masing-masing dengan cara kita masing-masing. Hingga pada waktunya kelak kita akan di pertemukan dengan hasil perubahan yang telah kita lakukan menuju hal yang lebih baik. Sehingga tak ada lagi keraguan yang kita rasakan. 
 
Biarkan rindu ini kusimpan baik-baik dalam hati. Entah sampai kapan biar Allah SWT yang mengatur untuk saat nya nanti kita akan bertemu.

Cukup, Rasa ini hanya ku tuangkan dalam tulisan ini .Semoga kau dapat merasakannya. Hingga saatnnya nanti akan ku sampaikan secara lisan rinduku ini padamu.
Read more

Selasa, 06 September 2016

Jika Kita Tidak Bertakdir, Lewat Tulisanlah Aku Dapat Membicarakanmu Secara Utuh

Jika Kita Tidak Bertakdir, Lewat Tulisanlah Aku Dapat Membicarakanmu Secara Utuh
Langit masih cerah. Seperti warna kemejamu hari ini. Mengingatkanku pada rutinitas kita akhir-akhir ini. Bertemu dalam ruang bicara, menyampaikan aspirasi, bertukar cerita. Diam-diam aku memperhatikanmu dari jauh. Menatapmu lekat-lekat, tapi aku tidak berani mengarahkan pandanganku di kedua matamu. Dua bola matamu itu yang harus kuhindari, seolah mengandung aliran listrik dua ribu volt. Sebisa mungkin aku berusaha tidak ketahuan olehmu.


"Bagaimana pendapatmu, Nis?" tanya seorang kawan di sebelahku. Lina namanya.

Aku yang sedari tadi tidak begitu memperhatikan diskusi yang berlangsung ruang bicara menjadi kikuk.

"Eh, pendapatku?" jawabku.

Kini satu ruangan menatap padaku. Termasuk dirinya. Mereka semua terdiam seolah menanti jawaban dari mulutku.

"Ohya, kalau menurutku sih... Bla bla bla"

Diskusi hari itu berjalan hangat. Sebab matahari itu ada di sini.

Kamu seringkali bertanya, mengapa aku betah berlama-lama di sini. Duduk di tepian danau kampus, sendirian. Menatap jauh ke depan, kadang mengawang. Aku jadi bingung, ternyata dirimu begitu memperhatian detail bagaimana dan apa yang aku lakukan. Yah, mungkin hanya sebatas perhatian dari seorang teman. Berbeda jika kita sama-sama tidak mengenal, akan sangat mungkin pembicaraan kita saat ini tidak terjadi.

Semakin lama, semakin menjadi tidak wajar. Perasaan yang aku miliki jadi berlebihan. Tiba-tiba aku memikirkan tentang kita. Entah sejak kapan ada harap yang muncul dari hatiku. Diam-diam aku menyebut sebuah nama dalam doaku.

Aku selalu khawatir dengan perasaan yang kumiliki. Apakah kamu menyadarinya atau tidak? Kekhawatiran itu makin menjadi kala aku menyadari bahwa aku hanya perempuan biasa. Aku tidak mungkin menyatakan bahwa aku siap untuk kamu ajak berjuang, meski aku ingin. Aku tidak bisa menjelaskan padamu apa sebenarnya maksudku.

Dibalik kata-kataku, mengalir dengan sendirinya perasaan itu. Entah kamu menyadarinya atau tidak. Lewat tulisanlah aku dapat membicarakanmu secara utuh. Dengan cara itu aku menuliskan harapku, entah kamu setuju atau tidak.
Lewat doa-doa yang kuucapkan dan kutuliskan, apakah kamu sudah menerima sinyal tersebut? Aku khawatir jika orang lain yang menangkap sinyal itu, kemudian ia lebih bergegas daripada dirimu. Saat kamu terlambat, aku tak tahu. Takkan pernah tahu apa warna kemeja yang kamu kenakan hari ini. Sebab aku, sudah terlanjur bersama yang lain.

Read more

Kamis, 01 September 2016

Mencintaimu Adalah Tanggung Jawabku, Namun Memilihku Adalah Hakmu

Cinta tidak akan pernah memaksa kepada siapa hati akan memilih, tapi cinta akan selalu jujur kepada siapa hati akan terlabuh. Hati tida akan pernah berbohong, kepada siapa ia akan memberikan kenyamanan. Memilih seseorang yang pasti menemaninya menghabiskan waktu di dunia dan semoga dapat bertemu di akhirat kelak.



Sejujurnya aku sangat mengagumi mu, tapi aku hanya bisa melihat dari jauh. dari mana hanya aku yang bisa melihatmu, tapi ku harap kau tidak pernah bisa melihatku. Tidak ada keberanian sedikitpun untuk mengganggu hidupmu.. menghilangkan fokus dirimu yang sedang memperbaiki diri untuk seseorang yang beruntung memilikimu. Dan aku masih berharap, orang itu adalah aku.


Tidak pernah aku meminta lebih dari mu, apa lagi meminta ruang hati yang kosong untuk ku singgahi. Mencintaimu dari jauh agar aku senantiasa melihat diri dan menyamai tingkat imanmu adalah sebuah kebahagiaan. Aku belajar untuk mengenal tuhanku, dan meminta kepadanya. Kadang aku sedikit memaksa untuk memberikan hati mu untuk ku. karena aku sangat tau, kau lah yang memiliki hati setiap makhluk.

Kau yang selalu memakai pakaian muslimah, mencerminkan ketaatan dan kesetiaan kepada Allah dan calon pendaming mu kelal. Pakaian muslimah yang mungkin terlihat kebesara menutup tubuhmu tapi terlihat canitk dengan akhlak mu. Tidak harus mebuka hijab untuk terlihat lebih cantik, buktinya kau terlihat sangat anggun dengan pakaian muslimah yang kau kenakan walaupun tidak pernah mengenakan pakaian yang mahal.


Aku bukan anak orang kaya, broker forex, atau pialang saham yang berpenghasilan sangat besar. Memiliki mobil mewah, atau mobil terbaru dengan teknologi tinggi, rumah mewah pun aku tidak punya atau realestate yang banyak dipamerkan orang.
Aku hanya laki-laki biasa yang tidak memiliki rumah mewah atau realestate, apalagi mobil mahal dengan teknologi tinggi, karena aku bukan broker forex atau seorang pialang saham, bahkan asurasnsi pun aku tidak memilikinya. Ini lah aku dengan segala kesederhanaan.

Tidak ada jaminan keuangan atau asuransi yang ku miliki. Aku hanya punya komitmen untuk membahagiakan mu dalam hidup ku. lucu jika laki-laki biasa seperti ku memiliki deposito yang sangat besar di bank apalagi asuransi sebagai jaminan kesehatan di hari tua. Aku serahkan semuanya kepada Allah dan kerja keras untuk selalu memberikan yang terbaik.

Mencintaimu tanggungjawabku, tidak pernah aku pamrih supaya kau membalas apa yang ada di dalam hati ku. tak setega itu aku memintamu untuk mencitai ku, karena hidupmu sepenuhnya meilikmu tanpa ada tuntutan untuk mencitai seseorang.

Hakmu untun bisa memilih siapa yang berhak ada dalam hatimu. Walai terlihat begitu lebay, tapi yakin lah kalau cinta ku sepenuhnya mengharapkan kebahagiaan mu..  tidak pernah meminta kau tau siapa aku, apalagi mencintai ku. aku di sini, disudut yang tak ingin terlihat oleh 
Read more

Minggu, 05 Juni 2016

Wanita tidak Puasa karena Menyusui, Qadha’ ataukah Fidyah?

BACAAN-MUSLIMAH-    Pertanyaan: Bolehkah orang yang menyusui tidak berpuasa? Kapan dia harus meng-qadha‘-nya? Haruskah dia memberi makan orang miskin?


Jawaban:
Seorang ibu jika mengkhawatirkan anaknya jika (ia-ed.) berpuasa, karena hal itu akan mengurangi kandungan susu dan membahayakan anak, maka dia boleh berbuka, tetapi dia harus meng-qadha‘-nya setelah itu, karena posisinya seperti orang sakit. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah: 185).

Jika halangan itu sudah tidak ada, maka dia harus meng-qadha‘-nya, baik di musim dingin karena waktunya pendek dan udaranya dingin, atau jika tidak bisa di musim dingin bisa dikerjakan di tahun yang akan datang. Adapun menggantinya dengan memberi makan orang miskin tidak boleh dilakukan kecuali jika halangan atau udzur itu datang secara terus menerus yang tidak akan hilang. Dalam keadaan seperti, dia boleh memberi makan kepada orang miskin sebagai pengganti dari puasa.

Sumber: Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji (Fatawa Arkanul Islam), Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Darul Falah, 2007


Read more

Mamah Muda Atau Ibu Muda Shalat Tarawih Di Mesjid Atau Di Rumah Saja?


BACAAN-MUSLIMAH-    Manakah yang lebih baik bagi wanita muda atau yang sekarang akrab dengan istilah mahmud alias mamah muda, shalat tarawih di masjid ataukah di rumah?



Terlebih dahulu kita lihat bersama penjelasan para ulama mengenai shalat tarawih bagi wanita.

Fatwa Komisi Tetap dalam Riset Ilmiyyah dan Fatwa di Saudi Arabia

Soal: Apakah boleh bagi seseorang melaksanakan shalat tarawih sendirian jika dia luput dari shalat berjama’ah? Dan apakah shalat tarawih untuk wanita lebih baik di rumah ataukah di masjid?



Jawab: Disyariatkan untuk laki-laki –apabila luput dari shalat jama’ah tarawih-, maka dia menunaikannya sendirian. Adapun shalat tarawih untuk wanita lebih baik dilakukan di rumah daripada di masjid. Wa billahi taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallam.
Yang menandatangani fatwa ini: Abdullah bin Qo’ud dan Abdullah bin Ghudayan sebagai anggota, ‘Abdur Rozaq ‘Afifi sebagai Wakil Ketua, dan ‘Abdul Aziz bin Baz sebagai Ketua. [1]

Penjelasan Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy

Jika menimbulkan godaan ketika keluar rumah (ketika melaksanakan shalat tarawih), maka shalat di rumah lebih utama  bagi wanita daripada di masjid. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummu Humaid, istri Abu Humaid As Saa’idiy. Ummu Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata bahwa dia sangat senang sekali bila dapat shalat bersama beliau. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَوَصَلاَتُكِ فِى دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِى
Aku telah mengetahui bahwa engkau senang sekali jika dapat shalat bersamaku. …  Shalatmu di rumahmu lebih baik dari shalatmu di masjid kaummu. Dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku.” [2]

Namun jika wanita tersebut merasa tidak sempurna mengerjakan shalat tarawih tersebut di rumah atau malah malas-malasan, juga jika dia pergi ke masjid akan mendapat faedah lain bukan hanya shalat (seperti dapat mendengarkan nasehat-nasehat agama atau pelajaran dari orang yang berilmu atau dapat pula bertemu dengan wanita-wanita muslimah yang sholihah atau di masjid para wanita yang saling bersua bisa saling mengingatkan untuk banyak mendekatkan diri pada Allah, atau dapat menyimak Al Qur’an dari seorang qoriyang bagus bacaannya), maka dalam kondisi seperti ini, wanita boleh saja keluar rumah menuju masjid. Hal ini diperbolehkan bagi wanita asalkan dia tetap menutup aurat dengan menggunakan hijab yang sempurna, keluar tanpa memakai harum-haruman (parfum), dan keluarnya pun dengan izin suami. Apabila wanita berkeinginan menunaikan shalat jama’ah di masjid (setelah memperhatikan syarat-syarat tadi), hendaklah suami tidak melarangnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ
Janganlah kalian melarang istri-istri kalian untuk ke masjid, namun shalat di rumah mereka (para wanita) tentu lebih baik.” [3]
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ
Jika istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah mereka.” [4]. Inilah penjelasan Syaikh Musthofa Al Adawi hafizhohullah yang penulis sarikan. [5]

Menarik Pelajaran

Dari penjelasan para ulama di atas dapat kita simpulkan bahwa shalat tarawih untuk wanita baik berstatus mamah muda ataupun tidak adalah lebih baik adalah di rumahnya apalagi jika dapat menimbulkan fitnah atau godaan. Lihatlah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih mengatakan bahwa shalat bagi wanita di rumahnya lebih baik daripada di masjidnya yaitu Masjid Nabawi. Padahal kita telah mengetahui bahwa pahala yang diperoleh akan berlipat-lipat apabila seseorang melaksanakan shalat di masjid beliau yaitu Masjid Nabawi.

Namun apabila pergi ke masjid tidak menimbulkan fitnah (godaan) dan sudah berhijab dengan sempurna, juga di masjid bisa dapat faedah lain selain shalat seperti dapat mendengar nasehat-nasehat dari orang yang berilmu, maka shalat tarawih di masjid diperbolehkan dengan memperhatikan syarat-syarat ketika keluar rumah. Di antara syarat-syarat tersebut adalah:

Pertama, menggunakan hijab dengan sempurna ketika keluar rumah sebagaimana perintah Allah agar wanita memakai jilbab dan menutupi seluruh tubuhnya selain wajah dan telapak tangan.

Kedua, minta izin kepada suami atau mahrom terlebih dahulu dan hendaklah suami atau mahrom tidak melarangnya.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ
Jika istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah mereka.” (HR. Muslim). An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Keluarnya wanita ke masjid, jika tidak menimbulkan fitnah dan selama tidak menggunakan harum-haruman.”

Ketiga, tidak menggunakan harum-haruman dan perhiasan yang dapat menimbulkan godaan.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلاَ تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الآخِرَةَ
Wanita mana saja yang memakai harum-haruman, maka janganlah dia menghadiri shalat Isya’ bersama kami.” (HR. Muslim)
Zainab -istri ‘Abdullah- mengatakan bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada para wanita,

إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْمَسْجِدَ فَلاَ تَمَسَّ طِيبًا
Jika salah seorang di antara kalian ingin mendatangi masjid, maka janganlah memakai harum-haruman.” (HR. Muslim)

Keempat, jangan sampai terjadi ikhtilath (campur baur yang terlarang antara pria dan wanita) ketika masuk dan keluar dari masjid.
Dalilnya adalah hadits dari Ummu Salamah:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِصلى الله عليه وسلمإِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَىوَاللَّهُ أَعْلَمُأَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salam dan ketika itu para wanita pun berdiri. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tetap berada di tempatnya beberapa saat sebelum dia berdiri. Kami menilai –wallahu a’lam- bahwa hal ini dilakukan agar wanita terlebih dahulu meninggalkan masjid supaya tidak berpapasan dengan kaum pria.” (HR. Bukhari)

Demikian penjelasan kami mengenai shalat tarawih bagi wanita . Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita sekalian.


Sumber :muslimorid
Read more

Tilawah Di Depan Imam Masjidil Haram,Lantunan Ayat Suci Wirda Mansur Membuat Merinding Yang Mendengarnya!


BACAAN-MUSLIMAH-    Siapa yang tidak kagum bisa bertemu dengan Imam Masjidil Haram yang tentu bukan orang sembarangan. Mereka adalah para Hafidz yang memiliki hafalan Al Qur’an yang sempurna, suara yang indah dan keilmuan yang mumpuni.





Begitu juga dengan Wirda Mansur yang baru-baru ini membuat para pengguna media sosial merinding. Pasalnya putri Ustad Yusuf Mansur ini bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Imam Masjidil Haram yakni syeikh Abdul Rahman bin Jamal Al ausy.

Tak hanya bertemu dan bertegur sapa, Wirda pun membaca Al Qur’an atau bertilawah di depan Imam Masjid Suci tersebut. Kebahagiaan dan tilawahnya pun diunggah dalam Instagram dimana saat itu Wirda Mansur membacakan surat Al Mulk dengan ditemani ibu dan ayahnya yang tak lain pemimpin pesantren Daarul Qu’ran, Ustad Yusuf Mansur.


Melakukan tilawah di depan Imam Masjidil Haram merupakan sebuah impian yang ingin Wirda realisasikan sejak dulu dan Alhamdulillah dirinya pun kini mendapatkan kesempatan tersebut.

“Impian bisa ngaji di depan Imam Haram, Done. Alhamdulillah yaa Allah.” Tulis Wirda dalam akun @wirda_mansur.

Sejumlah komentar pun menghiasi video tersebut dimana sebagian besar menyatakan rasa merinding setelah mendengar Wirda melantunkan ayat suci Al Qur’an.

“Merinding.. MasyaAllah..” tulis @mila_march07

Sementara yang lainnya memberi komentar positif bahwa Wirda sudah termasuk ahli surga.

“Udah surga banget nih,” tulis @hanumputrsryn.

Profil Wirda Mansur

Gadis yang lahir pada tanggal 29 November 2001 ini memang merupakan seorang hafidz 30 juz yang telah dikenal oleh masyarakat luas karena sejak kecil sudah diajak oleh ayahnya untuk mengikuti berbagai acara televisi.

Kini ia mendapatkan kehormatan sebagai duta Al Qur’an dan menjalankan aktivitasnya sebagai pelajar di sekolah Islam Al Mamoor kota New York. Menurut ayahandanya, pemilihan sekolah tersebut didasari karena Al Mamoor menjadi sekolah islam terbaik yang ada di New York. Wirda pun lebih berkonsentrasi dalam bidang Al Qur’an.

Alasan bersekolah di negeri paman Sam ini pun didasari atas prakarsa dari Nusantara Foundation dan Imam Shamsi Ali yang merupakan seorang ulama Indonesia, namun tinggal di New York.

Semoga semakin banyak para remaja yang benar-benar mencintai Al Qur’an dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi benar-benar pribadi yang Qur’ani. Aamiin


Sumber :kabarmakkah
Read more