Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2016

Ijinkan Wanita Yang Belum Sempurna Ini, Menyempurnakan Hidupnya Bersamamu

Jika pun bisa, coba kau rasakan sendiri bagaimana sakitnya menanti. Menunggu seseorang yang belum tentu hatinya untuk siapa itu sunggu membuatku resah. Takut jika hari yang selalu aku nanti-nanti hanyalah sebuah harapan kosong yang tidak akan perna terwujud.

Ijinkan Wanit Yang Belum Sempurna Ini, Menyempurnakan Hidupnya Bersamamu


Aku tidak pernah mencari sosok pria yang sempurna, biarkan sederhana dan apa adanya. Asal cinta yang dia bawa benar-benar instimewa dan tidak akan pernah mencari yang kedua. Kekurangan hanyalah sudut pandang manusia, keikhlasa dalam menerima akan menjadikannya sempurna.

Aku punya cinta yang sudah lama disimpan, jangan sampai kau buatnya layu dan mengering karena menunggu pangeran yang tidak kunjung datang. Aku kira semua malaikat sudah hafal isi doaku yang selalu ada namamu. Kamu, adalah nama penghias malam-malam ku.

Ijinkan wanita yang belum sempurna ini , menyempurnakan hidupnya bersamamu. Menjadi sosok wanita yang ada di sampingmu ketika kau menjabat tangan ayahku dengan erat. Yang kau sebut namanya dengan ronatis di depan penghulu. Menjadi teman duduk ketika berada di atas pelaminan.
 
Jangan pernah bertanya seberapa enak masakanku. Pasti akan jauh lebih enak dibanding masakan ibumu. Jangan pernah bertanya seberapa tau aku tentang dirimu. Karena wanita yang kau panggil ibu adalah inspirasiku untuk selalu setia di sampingmu. Ajarkan lah aku segala hal tentang dirimu dan  aku akan berusaha untuk bisa memberikan kan yang terbaik untukmu.

Kamu dan aku adalah pasangan yang disempurnakan oleh kasih saying. Dibesarkan oleh rasa syukur yang berteman dengan rasa iklas. Kita saling melengkapi dalam kekurangan, bukan saling mencaci dan menuntut kesempurnaan. Aku ada karena kau telah menyempurnakan hidupku. Bukankah rasa cinta itu harusnya seperti itu. (
Bersamamu membuat hidupku menjadi sempurna.
Read more

Kamis, 15 September 2016

Nikah Yuk, Karena Dengan Bersamamu Kita Saling Menguatkan

Kalau dengan sendiri hanya bisa mengundang kegalauan, kenapa kita tidak bersama yang akan menenangkan. Kalau dengan sendiri semuanya terasa sulit, kenapa kita tidak bersama yang akan saling membantu dan memudahkan. Bukannya kita hadir untuk saling melengkapi dan  dan menenangkan hati.

Nikah Yu, Dengan Bersamamu Kita Bisa Saling Menguatkan

Saling memantaskan dengan cara yang halal, karena kerbersamaan kita menjadi ibadah. Tidak dengan saling merindu yang mengotori hati atau saling memandang yang hanya akan mengundang murka Allah. Yakinkan aku, kalau kita benar-benar berjodoh dengan datang langsung bertemu dengan ayahku. Buktikan pada mereka kalau cinta sejati itu benar-benar ada dan pacaran akan lebih romantis jika sudah menikah.

Jika alasannya adalah kemapanan, percayakah padaku kalau semua itu bisa kita gapai bersama. Jika alasannya adalah materi yang mana kau menunda pernikahan, aku yakin imanmu tidak setipis itu memandang kehidupan. Bersama kita saling menguatkan dan melengkapi, bukan untuk menyusahkan jalan hidup masing-masing. 
 
Entah berapa malam lagi aku lewatkan, hanya bisa berharap dalam sujud dan menyapa dalam doa. Hadirmu seperti mimpi, terlihat jelas saat aku pejamkan mata bersama doa. Akan kan semuanya jadi nyata, atau hanya penghibur lara disaat semuanya belum tiba.

Hei kamu, nikah yu. Jangan pernah khawatir dengan masa depan yang belum kita lalui. Jangan pernah cemas dengan keadaan kita nantinya, karena semuanya bisa kita usahakan bersama. Kita berdua, berjuang dalam doa dan usaha untuk bisa mendapatkan kebagaiaan bersama. Mungkin dengan berdua kita bisa akan saling menguatkan. Mungkin dengan bersama, semua masalah akan menjadi mudah.


Jadi mau kapan kamu datang kerumah, nanti aku kasih tau ayah.
Read more

Senin, 12 September 2016

Wahai Calon Suamiku, Jemput Aku Menjadi Bidadarimu .... Sebarkan, Agar DIA membacanya!!!


Untukmu Calon Imamku, yang tiada siapapun mengenali termasuklah diri ini, dirimu masih rahasia penciptamu, rahasia yang telah ditentukan untukku, yang perlu kusingkap dengan segunung taubat dan sepenuh sungguhan sujudku, cuma jambatan istikharah jua yang bisa merangkai rahasiaku ini.

Ketahuilah wahai mujahidku, mengetahui namamu tidak menjadi idamanku, apalagi untuk menatap wajahmu, menggeletar diri ini apabila terfikirkan azab Allah, justru diri ini amat bersyukur karena masih tidak ditakdirkan sembarang pertemuan antara kita, ku bimbang andai terjadi pertemuan itu sebelum lafaz akad darimu, sungguh kita menempuh siksaan Allah. Ya Tuhan kami lindungi kami.


Biar bertahun lama, yang ku tunggu bukan dirimu, tetapi yang ku tunggu adalah lafaz akad yang akan membimbing diri ini ke Jannah Allah.

Apalah artinya perasaan kasih yang bersemi untukmu calon suamiku andai maharnya bukan kemampuanmu untuk mendidikku menjadi mujahidah yang mencintai Dia lebih dari segalanya.

Tiada yang lebih bahagia bagiku calon suamiku, melainkan didikanmu yang akan membuat diri ini mencintai perjuangan menegakkan Dien ini, berikan ku sepenuh kekuatanmu dalam mendidik iman ku agar syahid ku damba, berikanku segala kasihmu jua agar sujudku kan tegar padaNya dalam memohon dikurniakan pada kita mujahid-mujahid yang akan menyambung perjuangan abah mereka.

Berikanku sepenuhnya sebagian hati yang kau sediakan untuk diriku, agar sebagian hati mu itu akan menjadi inspirasi padaku untuk menghantar satu per satu mujahid kita ke medan jihad.

Mungkin kau heran suamiku, mengapa diri ini hanya menginginkan sebagian hatimu dan bukan sepenuhnya?

Wahai calon suamiku, hatimu itu milik Rabbul Izzati, dan kumohon sebagian itu sebagai semangatku.

Wahai calon suamiku, dari awal sudah kudidik hati ini, bahwa dirimu bukan milikku tapi milik Allah, dan diriku hanya medan yang diciptakan-Nya untuk menyambung generasi jihad dari rahim ini.

Wahai calon suamiku, seadanya diri ini sekarang hanyalah dalam mujahadah, mentarbiyyah jiwa agar diriku bisa menjadi sayapmu mengenggam syahid.

Tolonglah bimbang diri ini andai ku gagal mendidik hati, karena yang kuimpikan adalah seorang pejuang untuk menyambung jihad yang terbentang dengan melahirkan para mujahid.

Wahai calon suamiku, walau dimana jua dirimu dan siapa jua dirimu, yang pasti bersama kita mendidik hati mencintai syahid demi ridha-Nya, sebagai hamba yang menikmati karunia yang tidak terkira dari Rafi’ul A’la, bersamalah kita bersyukur, bersyukur dengan mencintai Dia lebih dari segala isi dunia dan dunia ini, karena hilang arti pada sebuah kehidupan andai cinta dari Allah tidak kita balas, andai cinta sementara bisa
melukakan hati, maka sepatutnya hati-hati kita robek sudah karena gagal membalas segunung cinta dari Dia yang Maha Esa.

Semoga semuanya terjawab dalam sujud yang kita labuhkan demi ridha-Nya, biarlah seribu malam berlalu tapi pastikan ia berlalu dengan alunan sendu dalam sujud kita diatas lembaran tahajjud, karena aku makin mencintaimu.
Read more

Kamis, 01 September 2016

Kalau Benar Benar Serius, Aku Akan Menunggumu


Setiap muslimah tentu mendambakan laki-laki yang shaleh lagi taat, taat ibadahnya, bagus akhlaknya serta indah tutur katanya, pandangan mata yang menyejukkan, setiap untaian katanya yang baik lagi berisi nasihat-nasihat yang indah. 

Memiliki kepedulian yang tinggi serta perhatian, setiap wanita tentu memimpikan bertemu dengan laki-laki seperti ini sebagai pendamping hidupnya. Sebagai calon ayah bagi anak-anaknya, sebagai calon imam yang akan memimpin dan membimbingnya sampai ke syurga kelak.

Kebingungan yang sering muncul bagi setiap muslimah adalah bagaimana cara mendeteksi atau melihat laki-laki tersebut baik atau tidak, bagaimana mengenali ciri-cirinya. Banyak yang kelihatannya shaleh namun setelah menikah sifat aslinya menunjukkan jauh dari keshaleh-annya, banyak yang tampak diluar baik namun ketika setelah menikah terlihat sangat terbalik sekali dengan sifat awal yang dikenal, penyesalan di akhir tentu hal yang tidak diinginkan oleh semua wanita, tidak mau kalau pernikahan yang dia dambakan adalah sebuah kebahagiaan namun berujung pada penyesalan karena mendapatkan laki-laki yang jauh dari harapannya.

Berikut kami akan bagikan 5 ciri laki-laki shaleh yang in sya Allah baik, taat serta cocok dihati.

1. Baik hubungannya dengan Allah SWT

Ciri pertamanya adalah memiliki hubungan yang baik dengan Allah SWT, bisa terlihat dari ibadahnya kepada Allah, shalat tepat waktu, mengerjakan amalan-amalan sunnah, ingin selalu dekat dengan Allah bisa dilihat dari kualitas dan kuantitasnya dalam berinteraksi dengan Al-quran. Selalu menjaga diri dari perbuatan-perbuatan tidak baik seperti menundukkan pandangannya pada wanita, menjaga pergaulannya dengan wanita, menjaga harta dan memastikan setiap harta yang dia nikmati adalah harta yang halal, didapat dari sumber yang halal serta cara yang halal pula.

2. Baik hubungannya dengan orang tuanya khususnya ibu

Ciri kedua yang dimiliki laki-laki shaleh adalah memiliki hubungan baik dengan ibunya, selalu taat dan patuh pada ibunya, selalu berbakti pada ibunya, memiliki kedekatan khusus dengan ibunya.

3. Baik dan perhatian pada anak-anak

Ciri yang ketiga adalah memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap anak-anak kecil, sensitive ketika melihat anak-anak dan secara refleks ingin bermain dengan anak-anak yang dilihatnya, menggendong anak-anak yang dilihatnya. Rasa ini muncul tanpa disengaja, tapi memang sudah ada dalam dirinya. Ini sangat penting karena mencari suami adalah mencari calon ayah bagi anak-anakmu, maka pastikanlah ia orang yang memiliki kepedulian terhadap anak kecil, sebagaimana Rasulullah SAW yang berhenti dan bahkan turun dari untanya ketika melihat anak kecil.

4. Baik hubungan sosial dan kemasyarakatannya

Berumah tangga adalah proses yang komplit, mempertemukan dua insan yang berbeda, mempertemukan dua keluarga yang berbeda dan juga mempertemukan dengan kehidupan serta lingkungan yang baru. Hidup bertetangga adalah salah satu hal yang akan dijalani oleh setiap keluarga. Maka kemampuan menjalin hubungan sosial kemasyakaratan adalah hal penting yang mesti dimiliki oleh sang suami sebagai kepala rumah tangga, bisa membaur dengan lingkungan sekitar, turut dan ikut serta kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di sekitarnya seperti kerja bakti, pengajian, saling menolong dan membantu dalam suka duka.

5. Baik hubungannya dengan uang

Uang, ia memang bukanlah segala-galanya, akan tetapi untuk mendapatkan segala-galanya butuh yang namanya uang. Tak sedikit rumah tangga yang bubar, hancur berantakan berujung pada perceraian hanya gara-gara uang, apakah karena uang yang sedikit , suami yang tidak bisa mencari uang, atau mungkin kehidupan yang terlalu boros tidak seimbang antara pengeluaran dan pemasukan sehingga menyebabkan berhutang sana-sini.

Kemampuan berhubungan baik dengan uang adalah kemampuan wajib yang mesti dimiliki seorang suami, mampu mencarinya dengan cara dan sumber yang halal, serta mampu juga mengatur pengeluaran, pemasukan serta pengelolaan investasi untuk masa depan. Baik hubungannya dengan uang bukan berarti ia kaya raya dan memiliki banyak uang, akan tetapi ia mampu menggunakan uang, menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran, mengatur emosi untuk memilih antara suatu kebutuhan dengan yang hanya keinginan.

Ya, kurang lebih itulah 5 ciri laki-laki shaleh yang jika ia datang melamarmu jangan kamu tolak, tips lain agar mudah bertemu dengannya maka pantaskan jugalah diri seperti apa ciri-cirinya, karena jodoh adalah cerminan dirimu. Mungkin muncul lagi pertanyaan dari kaum muslimah, bagaimana cara mengetahui laki-laki yang memiliki 5 ciri diatas?, Insyaa Allah akan kita bahas dalam waktu dekat. [elmina-id.com]
Read more

Senin, 29 Agustus 2016

Maaf, Namamu Tak Sengaja Ku Sebutkan Dalam Doaku

Salah kah jika seorang wanita yang terlebih dahulu berharap kehadiran sosok pangeran dalam hidupnya. Salah kah jika seorang wanita memiliki rasa suka pada seorang lelaki dan hanya mampu melihat dari jauh. apakah salah jika ada nama seseorang pria dalam bait-bait doa yang dipanjatkan. Sayangnya wanita tidak memiliki keberanian lebih untuk mengungkapkannya langsung. Hanya bisa diam dan bergumam dalam hati. Semoga harap akan menjadi nyata melalui doa.

Maaf, Nama Mu Tak Sengaja Terselip Dalam Setiap Barisan Doa-Doa Ku


Maaf, nama mu tak sengaja terselip dalam setiap barisan doa-doa ku. tapi aku berharap kau adalah nyata untuk ku, tidak hanya seseorang yang ku lihat dari jauh. selalu ku titipkan salam melalui doa, semoga Allah menyampaikannya pada hatimu. Lewat dinginnya angin malam dan sinar bulan yang merindu, aku berharap kau tau kalau salam itu berasal dari aku. Aku yang masih malu bertemu dengan mu dalam nyata, hanya bisa menyapa melalui doa.

Kata bisa berbohong, tapi hati tidak akan pernah bisa berdusta. Dia akan menunjuk kepada seseorang yang dia cinta, walau lisan berkata tidak. Aku harap suatu hari nanti kau mengerti, kalau rasa padamu adalah hal yang nyata, pasti dan akan sulit untuk terganti. Tapi hati, tetaplah hati. Dia akan tetap berharap, walau logika berkata tidak mungkin.

Tapi jika suatu hari nanti kau memilih hati, dan itu bukan aku. Ingatlah kalau ikhlasku selalu bersamamu. Takdir tidak mungkin salah memilih, karena doa selalu memberi yang terbaik. Mungkin doa-doanya lebih baik dari ku, atau ada seseorang di balik diam juga berdoa untuk ku.


Jangan tanganyakan kenapa selalu ada namamu dalam setiap doa-doaku. Karena doa tidak harus berlandaskan logika, tapi keyakinan akan suatu masa. Kau dan aku bersama bahagia dalam satu keluarga. Dan kalaupun tidak, Allah punya banyak rahasia tentang jalan cinta. tentang dua anak manusia yang hanya bisa bertemu dalam doa.
Read more

Jumat, 22 Juli 2016

Kamukah Yang Termasuk Akhwat PHP ?


Mana nih, ikhwan yang mau selamatkan saya? Kok pada nggak berani datang melamar?”


“Iya, ikhwan kita pada kurang berani. Mau nikah kebanyakan mikir. Padahal kan rizki dijamin Allah.”


Ayyuhal ikhwatil kiram, cukup banyak akhwat yang berkeluh kesah karena tak kunjung datang ikhwan yang datang melamar mereka. Mereka mengeluhkan sikap ‘ukhuwah’, ‘perjuangan’ dan ‘keberanian’ para ikhwan di atas roda dakwah. Bukankah dengan menikah berarti menjaga rapat barisan dakwah dan mengokohkan perjuangan?


Wajar bila akhwat yang lajang ini punya kesebalan pada para ikhwan. Meski itu tak tampak tapi dalam hatinya memendam kegelisahan plus kekesalan. Mengapa demikian? Karena kehidupan mental dan biologis perempuan memang berbeda dengan lelaki. Wanita diciptakan dengan kekuatan perasaan yang lebih kuat ketimbang pria. Selain mendambakan segera ke pelaminan, mereka juga harus bersaing dengan akhwat lain yang baik yang sama-sama lajang ataupun yang menjanda.

Sedangkan dunia biologis mereka pun memiliki durasi yang lebih singkat. Wanita pada umumnya khawatir usia akan memudarkan penampilan mereka, sedangkan lelaki pada umumnya menyenangi wanita yang lebih fresh dan tentunya lebih muda. Selain itu, usia reproduksi mereka juga dibatasi oleh menopause. Itulah sunnatullah wanita yang tidak ada pada pria. Wajar bila seiring waktu mereka menjadi kian gelisah.

Tapi, bila belum kunjung beranjak ke pelaminan, mohon jangan hanya salahkan ikhwan. Pertolongan Allah kadang tak kunjung datang bisa karena kecenderungan hati yang salah dan langkah yang mudah goyah. Entah disadari atau tidak, Anda, ukhti fillah, sebenarnya yang menyebabkan langkah menuju pelaminan menjadi tak mudah, terjal, bahkan tak kunjung terlihat.

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(TQS. asy-Syura: 40).

Dari sekian obrolan ikhwan yang kecewa karena gagal menikah, saya bisa menyimpulkan ada sebagian kegagalan itu justru disebabkan karena sikap sang akhwat. Di antara satu hal yang yang saya tangkap benang merahnya, ada sebagian akhwat yang menjadi pribadi PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Bagaimana itu pribadi akhwat yang PHP? Begini, ada akhwat yang membuka lebar pintu bagi ikhwan untuk segera melamar mereka. Kaum akhwat ini juga begitu mengidamkan pernikahan dengan lelaki yang baik (soleh, maksudnya), walimah yang khusyu’, dan solid di jalan dakwah. Namun tatkala seorang pria menapakkan kaki ke rumahnya menuju proses pernikahan, ia sendiri yang justru mematahkannya.

Ada dua hal yang membuat seorang akhwat masuk kategori pelaku PHP.

Pertama, akhwat yang tidak jujur dalam kriteria calon suami. Ketika declare untuk menikah ia hanya mengatakan ingin mencari suami yang soleh, sayang keluarga, rajin berdakwah. Namun ketika datang ikhwan bermaksud
melamarnya dengan kriteria seperti di atas, ia segera mencari-cari kekurangan lelaki tadi untuk menolaknya. Apakah soal status pendidikan, penghasilan, latar belakang keluarga, hingga penampilan, dsb. Akhwat seperti ini mendadak jadi selektif dan tak segan-segan menolak ikhwan yang tidak masuk dalam kriteria yang ia buat sendiri.

Bagi kaum lelaki, akhwat seperti ini masuk kategori PHP. Perempuan macam ini tidak jujur dalam soal kriteria suami. Bisa jadi karena ia takut dibilang matre kalau mensyaratkan calon suaminya harus mapan. Atau takut dibilang berlebihan kalau mensyaratkan calon suaminya harus berpendidikan tinggi dan dari kampus bonafid, atau takut dibilang kecentilan kalau membuat syarat suaminya harus rupawan. Tapi apapun alasannya, ketika kemudian ia berbuat seperti itu maka ia sudah mem-PHP-kan ikhwan yang datang kepadanya.

Kedua, akhwat yang membiarkan ikhwan berjuang sendiri. Tidak jarang jalan terjal itu menghadang menuju pelaminan. Kerikil tajam itu bisa datang dari pihak keluarga akhwat yang mempersoalkan status sang ikhwan. Bisa karena pendidikannya, penghasilannya, sampai latar belakang harokahnya. Ada juga yang mempermasalahkan tatacara walimah yang akan diadakan oleh mereka berdua.

Dalam keadaan seperti ini ada akhwat yang justru membiarkan sang ‘mujahid’ berjuang sendirian. Ia seperti pasrah melihat lelaki itu melobi kedua orang tuanya, pontang-panting mendatangi keluarganya, dsb. Sang akhwat hanya meminta dan meminta sang ikhwan agar pantang menyerah, sedangkan ia sendiri pasrah saja dengan keadaan. Jadi nikah syukur, nggak pun nggak apa-apa.

Akhwat fillah, jalan menuju pernikahan harus dilalui bersama. Kelak setelah pernikahan terjadi, suami dan istri pun harus solid dan selalu bersemangat bersama menjaga keutuhan rumah tangga. Mana bisa hanya suami seorang yang bekerja keras merawat pernikahan sementara sang istri hanya duduk pasrah dan berdoa?

Sadarilah, dalam rencana pernikahan ada bagian yang ukhti juga harus ikut memperjuangkannya. Bila memang ukhti yakin bahwa ikhwan yang datang mengkhitbah adalah lelaki baik-baik, sesuai dengan kriteria ukhti, maka berjuanglah bersama. Ajak orang tua bicara baik-baik dengan akal sehat. Sampaikan visi dan misi pernikahan yang ukhti inginkan di hadapan orang tua. Kalau perlu tegas dalam menolak atau membantah pemikiran yang keliru bahkan batil dari keluarga, tentu dengan bahasa yang santun. Misalnya saat orang tua menginginkan pernikahan yang megah dengan biaya yang berlebihan, maka sampaikan dengan lembut tapi penuh ketegasan bahwa ukhti menginginkan pernikahan yang sederhana namun berkesan.

Tapi bila Anda, ukhti fillah, pasrah saja – atau kurang usaha – memperjuangkan pernikahan, maka sebenarnya Anda masuk kategori Akhwat PHP. Pemberi Harapan Palsu pada para ikhwan.

Jadi, jangan salahkan keadaan, atau salahkan para ikhwan yang tak kunjung datang melamar, lalu Anda berkeluh kesah dan gelisah. Padahal mungkin sudah ada yang melamar tapi Anda malah mem-PHP-kan mereka. Saya khawatir ini adalah semacam ‘surat peringatan’ dari Allah sebagaimana yang diingatkan Nabi SAW.:

« إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ »

“Jika datang kepadamu lelaki yang kaum ridloi agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah karena bila tidak akan datang fitnah di muka dan kerusakan yang besar.”(HR. Muslim)
Read more

Jumat, 15 Juli 2016

Inilah Cri 4 Wanita Yang Di Puji Oleh ALLAH SWT


Sejarah Islam memang banyak mengisahkan tentang pemimpin-peminpin pria yang berhasil menguasai penjuru negeri. Sebut saja kisah para nabi dan Rasul, serta kisah khalifah Islam yang notabene adalah seorang pria.


Mereka menjadi utusan Allah dan mendapat perhatian lebih dibanding manusia lainnya.  Karena keridaannya menjalankan tugas dari sang pencipta, para pria utusan ini dijanjikan surga dan mendapat banyak pujian dari Allah.

Ternyata tidak hanya kaum adam saja yang dipuja oleh Allah. Meski dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita akan banyak masuk neraka, namun tetap ada wanita-wanita baik yang dijanjikan masuk surga. Karena ketaatannya,  wanita-wanita ini mendapat pujian dari Allah SWT dan memberikan hadiah berupa surga.

1. Khadijah Binti Khuwailid Rodhiyallahu Anha
Khadijah adalah wanita yang tumbuh di lingkungan keluarga terhormat sehingga ia mendapatkan tempaan akhlak yang mulia, bersifat tegas, memiliki penalaran yang tinggi. Selain, sosok Khadijah juga dikenal sebagai wanita yang mampu menghindari hal-hal tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci).

Iya merupajan orang orang pertama yang menyambut seruan agama Islam yang dibawa oleh Rasullah tanpa banyak membantah dan berdebat. Bahkan id tetap membela Rasulullah ketika banyak orang yang mendustakan dan mengucilkan beliau. Wanita yang satu ini telah mengorbankan seluruh hidup, harta dan jiwanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah SWT. Tidak cukup sampai disana, Ia juga rela melepaskan kedudukan yang terhormat di kalangan bangsanya.

Kepribadiannya yang tetang membuat ia tidak pernah tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah membuat Allah berkenan menitipkan salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan untuknya rumah di surga. Hal ini terdapat dalam hadits dari Abu Hurairahrodhiyallahu anhu, ia berkata:

“Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.”(HR. Al-Bukhari).

Besarnya keimanan Khadijah serta kemuliaan akhlaknya ini sangat membekas di hati Rasulullah SAW. Beliau selalu menyebutkan kebaikannya walau Khadijah telah wafat. Diriwayatkan dari Aisyah rodhiyallahu anha, beliau berkata:

“Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau? Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta

di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.

2. Fatimah Rodhiyallahu Anha
Fatimah adalah anak dan belahan jiwa dari Rasulullah SAW. Putri ini merupakan wanita terpandang dan mantap dalam menjalankan agamanya. Ia juga merupakan istri dari laki-laki ahli surga yakni Ali Bin Abi Thalib. Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.”

Bahkan ia rela untuk hhidup di dalam kefakiran demi mengecap manisnya iman bersama ayahanda dan suami tercintanya. Tidak cukup sampai disana, ia juga rela untuk mengorbankan segala yang dimiliki demi membantu tegahnya agama Allah. Fatimah adalah sosok wanita penyabar, yang taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur ata nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

3. Maryam Binti Imran Rodhiyallahu Anha
Maryam merupakan ibu dari Nabi Isa As. Ia merupakan sosok wanita yang menjaga kehormatan diri dan taat dalam beribadah kepada Rabbnya. Bahkan, Maryam rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri kepada Allah. Untuk itulah, Allah memberikannya hadiah istimewa yakni berupa kelahiran seorang Nabi di rahimnya tanpa seorang suami. Dan Allah berfirman, yang artinya: “Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Rabbnya dan kitab-kitabNya; dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat”(QS. At-Tahrim: 12)

4. Asiyah Binti Muzahim Rodhiyallahu Anha
Asiyah adalah istri dari Fir’aun yang merupakan seorang penguasa lalim yang dilaknat Allah. Meskipun memiliki suami yang demikian, Asiyah memiliki keimanan kepada kerasulan Musa. Akibatnya ia harus menerima siksaan yang pedih dari suaminya tersebut. Sekalipun ia adalah sosok wanita yang sangat mencintai suaminya, namun di hatinya ternyata masih tersedia tempat tertinggi yang diisinya dengan cinta kepada Allah dan RasulNya.

Meskipun mendapatkan siksaan yang sangat pedih dari pengikut Fir’aun hingga membuatnya meninggal dunia, namun ia meninggal dalam keadaan tersenyum. Karena baginya, surga menjadi tujuan akhir yang membuatnya berfikir bahwa kesulitan dan kepedihan yang dirasakan di dunia adalah sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi.

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata:“Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.”

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbi, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkan aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim”(QS. At-Tahrim: 11)

Itulah empat wanita yang dimuliakan oleh Allah SWT dan mendapatkan ganjaran surga untuk ketaatannya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Semoga semua wanita mampu memperbaiki diri agar kelak dapat dipertemukan dengan ke empat wanita penghuni surga tersebut.

Sumber : infoyunik.com
Read more